Mengenal Mikroprosesor Intel Pentium


Mikroprosesor Pentium dikeluarkan oleh Intel pada tahun 1993 menggantikan mikroprosesor 486. Pentium merupakan mikroprosesor generasi baru (generasi kelima) yang menembus batas kecepatan yang sebelumnya susah untuk dilampaui oleh mikroprosesor 486.

Mikroprosesor Pentium merupakan mikroprosesor CICS (complex instruction set computer) pertama yang menggunakan arsitektur superskalar. Pentium ini berukuran 2,16 inchi persegi dan memuat transistor sebanyak 3,1 juta, jauh berbeda dengan Intel 486 yang hanya memuat 1,2 juta transistor. Jumlah pin-nya juga meningkat dari 168 pin untuk mikroprosesor 486 menjadi 273 untuk Pentium. Pin-pin ini diatur dalam suatu matriks 21 x 21 pin.

Pentium generasi awal dibuat menggunakan teknologi BiCMOS (bipolar complementary metal-oxide semiconductor)  0,8 mikron dengan tegangan 5 volt, konsumsi daya sekitar 16 watt. Teknologi BiCMOS merupakan gabungan antara teknologi CMOS murni dengan teknologi bipolar. Pada teknologi BiCMOS, fungsi-fungsi yang memerlukan kecepatan dan harus memberikan daya diimplementasikan dengan teknologi bipolar, sementara yang lain dengan teknologi CMOS. Sirkuit-sirkuit bipolar memerlukan pasokan daya yang relatif lebih tinggi. Sehingga tidak tidak mengherankan jika konsumsi dayanya cukup tinggi. Selama beroperasi, suhu kemasan chip Pentium tidak boleh melebihi suhu 85 oC. Jika perlu harus digunakan pembuang panas (heat sink).

Untuk memperoleh distribusi daya yang merata, mikroprosesor Pentium memiliki tidak kurang dari 50 pin masukan daya Vcc untuk daya dan 49 pin Vss untuk ground. Semua pin Vcc harus dihubungkan dengan suatu bidang Vcc (Vcc plane) pada papan sirkuit, dan pin-pin Vss dengan bidang Vss. Pin-pin masukan yang aktif rendah dan tidak digunakan, harus dihubungkan dengan Vcc, dan pin-pin masukan yang aktif ringgi dan tidak digunakan harus dihubungkan dengan ground. Pin-pin NC (no connection) harus dibiarkan tidak terhubung.

Intel Pentium

Pentium menggunakan System Mangement Mode (SMM) yang sama dengan yang digunakan 486SL, yang memungkinkan penggunaan daya rendah. SMM diaktifkan pada tingkat sistem operasi oleh system management interrupt (SMI).

Peningkatan Kinerja

Pentium menggunakan bus alamat internal sama dengan 486, yaitu 32-bit. Namun untuk bus data eksternalnya menggunakan jalur yang lebih lebar yaitu 64-bit. Dengan demikian Pentium dapat menangani data antara mikroprosesor itu sendiri dengan memorii dua kali lebih banyak daripada 486.

Penyebab lain mikroprosesor Pentium dua kali lebih cepat daripada 486 adalah mikroprosesor Pentium memiliki dua pipeline dan dua jenis cache. Mikroprosesor konvensional tidak memiliki pipeline dan cache ganda.

Sebenarnya konsep pipeline di dunia komputer stasiun kerja sudah ridak asing lagi. Mikorprosesor RISC menggunakan pipeline untuk meningkatkan kinerjanya. Pipeline pada dasarnya merupakan jalur perakitan hardware yang mempercepat pengolahan instruksi lewat lima tahap: Prefetch, Instruction Decode, Address Generate, Execute, dan Write Back. Dengan menyertakan pipeline pada mikroprosesor 486 maka pengolahan satu instruksi dapat dilakukan dalam satu clock.

Dengan cara yang sama, mikroprosesor Pentium yang memiliki pipeline ganda dapat melakukan pengolahan dua instruksi sekaligus per clock. Hasil dari struktur pipeline ganda ini adalah desain superskalar. Namun pipeline tidak dapat bekerja sendirian. Pipeline memerlukan cache internal yang secara konstan dapat menyediakan data. Mikroprosesor Pentium menyediakan dua buah cache, yaitu cache untuk data 8K dan untuk instruksi 8K. Setiap cache dapat berkomunikasi ke dua pipeline pada satu saat pada satu siklus clock.

Komponen lainnya yang penting pada sebuah mikroprosesor adalah FPU (Floating Point Unit) FPU ini merupakan sebuah hardware dalam mikroprosesor yang dengan cepat melaksanakan perhitungan bilangan non-integer. Antara lain perhitungan ini digunakan untuk menggambarkan letak posisi sebuah titik pada gambar CAD 3D. Aplikasi lain yang membutuhkan FPU adalah grafik vektor, analisa statistik, multimedia dan sebagainya.

Intel mengambil FPU yang ada pada 486 dan kemudian merancang ulang. Peningkatan FPU yang menonjol pada mikroprosesor Pentium adalah pipeline yang berhubungan dengan FPU tersebut. Pipeline FPU membuat mikroprosesor Pentium 5 – 10 kali lebih cepat daripada FPU 486.

Perbandingan mikroprosesor Intel 486 dengan Intel Pentium

Dengan kinerja dan kecepatan yang lebih tinggi, pada saat beroperasi mikroprosesor Pentium menimbulkan panas yang tinggi. Sehingga dengan demikian pada mikroprosesor harus dipasang pendingin.

(Sumber: http://simpel.150m.com/)

One thought on “Mengenal Mikroprosesor Intel Pentium

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s