Chip Grafis: Pertarungan ATI vs nVidia (Bagian 1)


Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pasaran kartu video atau kartu grafis komputer dikuasai oleh dua perusahaan terbesar yang berasal dari Amerika dan Kanada: nVidia dan ATI (AMD). Dengan tidak mengesampingkan perusahaan sejenis lainnya seperti Intel (yang membuat chip grafis terintegrasi ke dalam chipset), SIS dengan seri Xabre-nya, S3 (yang diintergasikan ke dalam chipset VIA), kedua perusahaan merupakan pemain utama dalam memproduksi chip grafis mulai dari kelas bawah (low end), kelas menengah (mainstream) hingga kelas atas (high-end). Kedua perusahaan ini saling berebut tahta teratas dalam pembuatan dan penjualan chip grafis. Keduanya bersaing untuk menjadi nomor satu di dunia chip grafis.

Sebenarnya, pertarungan kedua perusahaan ini dimulai ketika nVidia mengeluarkan chip grafis seri GeForce sementara ATI mengeluarkan seri Radeon. Setelah itu, kedua perusahaan saling susul menyusul memperkenalkan jajaran chip grafisnya masing-masing, dan keduanya saling mengalahkan. Namun dalam perjalanannya, nVidia mendominasi posisi teratas dalam penjualan chip grafis. Dan karena kekalahannya tersebut, ATI mengalami kerugian yang akhirnya pada tahun 2006 ATI dibeli oleh AMD.

GeForce 256/GeForce2 GTS vs Radeon

Setelah mengeluarkan seri TNT2, nVidia mengeluarkan seri chip grafis dengan nama GeForce256. Di dalam chip grafis ini terdapat hardware yang dapat melakukan perhitungan transformasi dan pencahayaan secara langsung yang dikenal dengan Hardware T&L. Kemampuan ini membuat chip grafis tersebut dikenal dengan nama GPU (Graphical Processing Unit).

ATI Radeon vs nVidia GeForce256 (Sumber foto: internet)

Di pihak lain, ATI tidak mau ketinggalan. Setelah mengeluarkan seri Rage-nya, ATI mengeluarkan seri Radeon pertama yang ditujukan untuk menyaingi GeForce256. ATI mempromosikan Radeon ini dengan menyatakannya mendukung fitur DirectX 7 daripada GeForce256. Dari hasil pengujian, Radeon memiliki kinerja yang sama dengan GeForce256 dalam hal pengujian warna 16-bit. Sementara untuk pengujian warna 32-bit, Radeon meninggalkan GeForce256. Ini berkat adanya teknologi HiperZ dalam chip Radeon.

Setelah ketinggalan oleh ATI, nVidia mengeluarkan seri penerus GeForce256 yaitu seri GeForce2 GTS. Peningkatan yang dilakukan adalah dengan diterapkannya dua texture hingga empat piksel dalam satu pass. Pengujian membuktikan kinerja GeForce2 GTS lebih tinggi 65% daripada Radeon dalam pengujian warna 16-bit. Namun dalam pengujian warna 32-bit, chip ini tidak berkutik  apalagi dalam resolusi gambar yang lebih dari 800×600 piksel. Masalah ini dikarenakan kecepatan memori yang digunakan. Walau demikian, di pasaran chip grafis ini mendominasi dibandingkan Radeon dengan dikeluarkannya GeForce2 MX, Ultra (DDR), Quadro dan GeForce GO. Ditambah lagi dengan dikeluarkannya driver Detonator 3.

[Bersambung]

Memilih Kartu Video (2): Jenis Output yang Diinginkan


Output kartu video berhubungan langsung dengan monitor komputer. Sehingga jenis output dari kartu video ditentukan oleh jenis monitor atau kabel monitor yang digunakan untuk menghubungkan kartu video dengan monitor. Untuk saat ini setidaknya ada dua jenis output dari kartu video yang umum digunakan. Kedua jenis output ini memiliki sistem pentransmisian data yang berbeda: yaitu cara transmisi analog dan cara transmisi digital. Untuk monitor CRT atau tabung biasanya menggunakan cara pentransmisian analog, sementara untuk layar LCD menggunakan transmisi digital. Tapi tidak semuanya begitu, ada juga CRT yang menerima cara pentrasmisian data digital dari kartu video.

Untuk transmisi data analog dikenal dengan nama VGA (Video Graphic Adapter) atau Port VGA. Cara pentransmisian data analog ini sudah menjadi standar sejak 1987. Selama ini, standar VGA sudah cukup bagus digunakan untuk monitor-monitor CRT dengan resolusi standar. Namun, dengan perkembangan teknologi khususnya perkembangan kebutuhan akan resolusi gambar dan refresh rate pada monitor komputer yang semakin tinggi, standar VGA ini mulai menemukan kelemahannya. Untuk resolusi gambar yang tinggi dan refresh rate yang tinggi, kualitas gambar yang ditampilkan pada monitor menjadi menurun.

Jenis-jenis port Output Kartu Video (sumber foto dengan perubahan: http://www.hisdigital.com/UserFiles/product/H545H1G-6-300.jpg)

Standar transmisi data yang baru adalah dengan cara digital. Standar ini dikenal dengan DVI (Digital Visual Interface) atau port DVI. Standar digital ini dimaksudkan untuk menggantikan standar analog atau VGA yang memiliki kelemahan untuk mentransmisikan data dengan resolusi tinggi. Dengan menggunakan standar DVI ini, kualitas gambar tidak dipengaruhi lagi oleh resolusi dan refresh rate. Resolusi dan refresh rate yang tinggi tidak akan mengurangi kualitas gambar yang ditampilkan pada monitor komputer. Monitor LCD saat ini biasanya sudah menggunakan standar data digital. Hanya ada beberapa layar LCD terdahulu yang masih menggunakan transmisi data analog.

Jika standar analog atau VGA hanya terdapat satu standar, maka standar untuk transmisi data digital ada beberapa standar yang umum digunakan. Standar analog hanya memiliki satu tipe atau satu jenis konektor dengan nama DB-15, maka untuk standar DVI ada yang berjenis DVI-I dan DVI-D. Perbedaan antara DVI-I dengan DVI-D adalah port DVI-I bisa digunakan untuk monitor analog dan monitor digital, sementara DVI-D hanya bisa digunakan untuk monitor digital.

Dalam standar DVI yang harus juga adalah jumlah link. Ada DVI dengan link tunggal dan ada yang berjenis link ganda. Jumlah link ini mempengaruhi resolusi yang bisa ditampilkan pada layar monitor. Untuk link tunggal, maksimal resolusi yang bisa dicapai adalah 1600×1200. Sementara link ganda bisa untuk resulisi layar di atasnya.

Selain port DVI, ada juga yang dinamakan dengan port HDMI. Port HDMI ini sama dengan port DVI menggunakan standar pentransmisian data digital. Perbedaannya untuk HDMI bisa digunakan atau dihubungkan dengan monitor beresolusi tinggi atau panel LCD bermultimedia (selain video/gambar, juga bisa sekaligus mentransmisikan audio/suara).

Dalam memilih kartu video berkaitan dengan jenis monitor yang digunakan, ada baiknya jika memilih kartu video yang sudah berstandar digital atau memiliki port DVI. Walaupun monitor yang digunakan adalah monitor analog, ada baiknya memilih kartu video yang memiliki port DVI dan port VGA. Untuk kartu video yang banyak beredar saat ini, masih banyak kartu video yang menyertakan port VGA disamping port DVI. Jadi kartu video ini bisa digunakan untuk dua jenis monitor.

Memilih Kartu Video (1): Jenis Slot Ekspansi yang Digunakan


Untuk menambahkan kartu video ke komputer, harus tersedia slot ekspansi yang ada pada motherboard. Ada beberapa jenis pilihan slot ekspansi yang tersedia, tergantung dari generasi motherboard yang digunakan. Pilihan slot ekspansi yang ada dalam motherboard menentukan jenis kartu video yang bisa ditambahkan.

Perbedaan generasi motherboard, menjadikan slot ekspansi yang diada di dalamnya ada perbedaan jenis slot. Generasi motherboard terdahulu memiliki slot ekspansi terdahulu, dan generasi terbaru memiliki slot ekspansi terbaru juga. Walau demikian ada beberapa motherboard terbaru yang masih menyertakan slot ekspansi terdahulu.

Slot ekspansi untuk kartu video yang terdahulu dinamakan dengan slot PCI atau Peripheral Component Interconnect (sebelum PCI sebenarnya masih ada slot ISA). Untuk saat, slot PCI sudah tidak disertakan lagi dalam motherboard. Dan walaupun masih disertakan, biasanya digunakan bukan untuk slot kartu video, tapi untuk kartu (card) lainnya seperti kartu suara.

Slot ekspansi untuk Kartu Video (sumber foto dengan perubahan: http://www.ixbt.com/short/2k4-09/ecs1.jpg)

Setelah generasi slot PCI, muncul slot AGP (Accelerted Graphics Port). Slot AGP merupakan slot ekspansi yang digunakan untuk mengggantikan slot PCI yang sudah tidak mencukupi lagi dalam menangani lalu lintas data antara CPU dengan kartu video. Setelah sekian lama, muncul arsitektur baru yang dinamakan dengan PCI Express. Arsitektur PCI Express berbeda dengan arsitektur lalu lintas data sebelumnya: PCI dan AGP. PCI Express melakukan transmisi data secara serial, tidak paralel seperti PCI dan AGP.

Slot PCI Express yang ada dalam motherboard ada beberapa jenis tergantung jumlah lane yang digunakannya. Untuk slot PCI Express yang digunakan sebagai slot ekspansi kartu video, biasanya adalah jenis slot PCI Express x16. Sementara untuk jenis kartu (card) lainnya menggunakan slot PCI Express x1.

Dengan perbedaan generasi motherboard, mempengaruhi juga jenis slot yang disediakan. Untuk motherboard dengan arsitektur PCI Express, maka akan lebih baik jika dalam memilih kartu videonya juga yang memiliki slot PCI Express. Sementara untuk motherboard yang memiliki slot AGP, maka harus memilih kartu video dengan slot AGP juga. Jadi tidak bisa dipertukarkan antara keduanya, selain arsitekturnya berbeda, juga jenis konektornya juga tidak akan cocok.

Kabar baiknya, untuk beberapa motherboard terbaru yang sudah memiliki arsitektur lalu lintas data PCI Express, masih memiliki slot PCI dan AGP. Sehingga walau sudah terdapat slot PCI Express, motherboard tersebut masih bisa dipasangi kartu video dengan slot AGP atau PCI. Namun demikian, untuk saat ini ada baiknya untuk menghindari pemilihan kartu video dengan slot AGP apalagi slot PCI. Pilihlah kartu video dengan antarmuka slot PCI Express, jika motherboard yang dimiliki sudah memiliki slot PCI Express.

Bagaimana Memilih Kartu Video


Komputer pribadi yang ada saat ini tidak dapat dipisahkan dari yang namanya komponen kartu video atau kartu VGA. selain fungsinya sebagai perantara antara CPU dengan monitor, komponen kartu video telah berkembang sebagai komponen pengolahan data, khususnya data visual atau grafik. Dan dengan berkembangnya dunia game komputer pribadi (PC), kartu video sangat menentukan kualitas dari sebuah komputer, di samping komponen lainnya. Jika dibandingkan fungsinya dengan fungsi kartu video terdahulu, maka ada perubahan fungsi dari kartu video ini.

Di pasaran, beredar berbagai macam merk dan jenis kartu video, dengan berbagai level kinerja dan peruntukannya. Ada kartu video yang khusus untuk kalangan bawah (low end) yang fungsinya terbatas, ada juga untuk kalangan menengah (mainstream) dan kalangan atas atau pencandu game (enthusiast) dengan kinerja yang menakjubkan. Sehingga dalam memilih kartu video harus memperhatikan berbagai hal, mulai dari kinerja yang diinginkan sampai dengan wujud kartu videonya.

Kartu video (Sumber foto: http://www.sapphiretech.com//images/product/gallery/0344/344_20100430_6949.jpg)

Dalam memilih (membeli) kartu video, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Jenis slot ekspansi yang digunakan pada motherboard
  2. Jenis output video yang dibutuhkan sesuai dengan monitor yang digunakan
  3. Generasi kartu video yang dibutuhkan
  4. Kompatibilitas dengan Sistem Operasi (Windows atau Linux, atau sistem operasi yang digunakan lainnya)
  5. Besaran memori grafik (RAM Video) yang dibutuhkan
  6. Pastikan ukuran kartu video sesuai dengan casing komputer yang digunakan
  7. Akankah menjalankan beberapa kartu video berpasangan (tandem)
  8. Keseuaian dengan komponen lainnya dalam komputer
  9. Kesesuian dengan dana yang tersediakan

Komponen Penyusun Kartu Video (Video Card)


Kartu video atau video card dalam bekerjanya melibatkan beberapa komponen yang menyusun kartu video. Ada beberapa komponen yang bisa dijumpai pada kartu video yang biasa digunakan dalam komputer pribadi (PC). Diantara komponen-komponen tersebut, ada komponen yang mutlak ada, ada juga komponen yang merupakan komponen tambahan. Komponen-komponen penyusun kartu video juga, berubah sesuai dengan perubahan generasi atau perkembangan komputer itu sendiri.

Kartu Video (sumber foto: internet)

Komponen utama dalam kartu video yang berkembang saat ini adalah: konektor dengan motherboard, prosesor video atau grafis (GPU atau VPU), memori video, konektor output dengan monitor, Video BIOS dan RAMDAC. Sementara komponen tambahan yang biasa ditambahkan adalah kipas pendingin, konektor untuk daya tambahan, serta konektor output lainnya. Komponen-komponen tersebut dipasangkan pada papan PCB yang membentuk kartu video.

  1. Konektor dengan Motherboard. Merupakan konektor yang digunakan untuk menghubungkan kartu video dengan motherboard. Konektor ini berupa papan PCB yang bisa dipasangkan pada slot yang ada pada papan motherboard. Ada beberapa jenis konektor yang ada yang disesuaikan dengan slot pada motherboard, yaitu konektor PCI Express. AGP, dan konektor PCI. Untuk saat ini, yang ada di pasaran umumnya adalah konektor PCI Express.
  2. Prosesor Video atau Grafis. Komponen ini merupakan komponen utama dalam kartu video karena komponen ini berfungsi dalam pemrosesan gambar atau grafis yang dikirimkan dari komputer (prosesor) sebelum ditampilkan pada layar monitor. Untuk saat ini, sebagaimana prosesor pada komputer, prosesor video memiliki kemampuan untuk melakukan komputasi data yang kompleks. Perbedaannya, prosesor grafis dikhususkan pada pengolahan data grafis seperti translasi dan pencahayaan. Prosesor grafis yang berkembang saat ini dinamakan dengan GPU (Graphical Processing Unit) atau VPU (Visual Processing Unit). Perkembangan dari GPU ini cukup pesat dengan berkembangnya teknologi grafis seperti grafis 3D dan game-game 3D yang realistik.
  3. Memori Video. Sebagaimana memori pada komputer atau memori utama, pada kartu video juga memiliki memori yang digunakan untuk menunjang kinerja dari GPU dalam melakukan komputasi. Memori video ini berfungsi untuk menyimpan data yang diproses oleh GPU dan menyimpan data yang ditampilkan dalam layar monitor. Perkembangan memori video ini sesuai dengan perkembangan dari GPU, yang menuntut kecepatan yang terus meningkat dan kapasitasnya juga meningkat. Jika dibandingkan dengan memori utama komputer, ada perbedaan dengan memori video ini. Memori video didesain untuk kinerja berkecepatan tinggi dan banyak port (multi-port).
  4. Konektor Output. Konektor output ini menghubungkan kartu video dengan layar monitor. Ada beberapa jenis konektor yang tersedia, yaitu konektor VGA dan konektor DVI. Perbedaannya adalah konektor VGA mentransmisikan data yang ditampilkan dalam layar berbentuk sinyal analog, sementara DVI secara digital.
  5. Video BIOS. Video BIOS digunakan untuk menyimpan program dasar yang mengendalikan kerja kartu video dan menyediakan instruksi yang mengijinkan komputer dan program aplikasi atau sistem operasi untuk berkomunikasi dengan kartu video tersebut. Video BIOS juga bisa berisi data tentang informasi spesifikasi dari kartu video seperti kecepatan operasi, pewaktuan memori, tegangan prosesor grafis, dan informasi lainnya. Hal ini memungkinkan untuk melakukan perubahan spesifikasi yang dilakukan oleh pengguna untuk mempercepatan kinerja kartu video (overclock).
  6. RAMDAC. Atau kepanjangan dari Random Access Memory Digital-to-Analog Converter, yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital yang dihasilkan oleh kartu video menjadi sinyal analog yang akan ditampilkan pada layar monitor. Komponen ini merupakan sebuah jenis memori RAM yang berfungsi sebagai pengubah sinyal. Namun untuk saat ini, ketika monitor sudah berubah menjadi digital (layar LCD), komponen RAMDAC ini tidak diperlukan lagi. Kecuali jiga masih menggunakan monitor analog (CRT atau LCD analog).

Komponen pendukung lainnya yang ada dalam kartu video adalah:

  1. Kipas Pendingin. Komponen pendingin untuk saat ini merupakan komponen yang umum digunakan karena bisa mengurangi panas yang terjadi pada prosesor grafis. Dengan bertambahnya fungsi kerja dari prosesor grafis, akan menambah beban kerja dari prosesor grafis itu sendiri yang pada akhirnya menimbulkan panas yang berlebih. Sehingga untuk saat ini kartu video dilengkapi dengan komponen pendingin, minimal pendingin pasif jika tidak menggunakan kipas pendingin.
  2. Konektor daya tambahan. Konektor ini digunakan untuk menambah suplay daya ke kartu video yang tidak bisa dicukupi oleh konektor atau slot dari motherboard. Karena dengan peningkatan kinerja, membutuhkan daya yang berlebih. Untuk menambah kekurangan daya, maka kartu video dilengkapi dengan konektor daya tamabahan.
  3. Konektor output lainnya. Selain dilengkapi dengan konektor VGA atau DVI, ada beberapa kartu video yang dilengkapi dengan konektor tambahan seperti konektor S-Video, Composite, Line-In, Line-Out, HDMI, dan konektor lainnya.

(Sumber: dari berbagai sumber)