Memilih Kartu Video (1): Jenis Slot Ekspansi yang Digunakan


Untuk menambahkan kartu video ke komputer, harus tersedia slot ekspansi yang ada pada motherboard. Ada beberapa jenis pilihan slot ekspansi yang tersedia, tergantung dari generasi motherboard yang digunakan. Pilihan slot ekspansi yang ada dalam motherboard menentukan jenis kartu video yang bisa ditambahkan.

Perbedaan generasi motherboard, menjadikan slot ekspansi yang diada di dalamnya ada perbedaan jenis slot. Generasi motherboard terdahulu memiliki slot ekspansi terdahulu, dan generasi terbaru memiliki slot ekspansi terbaru juga. Walau demikian ada beberapa motherboard terbaru yang masih menyertakan slot ekspansi terdahulu.

Slot ekspansi untuk kartu video yang terdahulu dinamakan dengan slot PCI atau Peripheral Component Interconnect (sebelum PCI sebenarnya masih ada slot ISA). Untuk saat, slot PCI sudah tidak disertakan lagi dalam motherboard. Dan walaupun masih disertakan, biasanya digunakan bukan untuk slot kartu video, tapi untuk kartu (card) lainnya seperti kartu suara.

Slot ekspansi untuk Kartu Video (sumber foto dengan perubahan: http://www.ixbt.com/short/2k4-09/ecs1.jpg)

Setelah generasi slot PCI, muncul slot AGP (Accelerted Graphics Port). Slot AGP merupakan slot ekspansi yang digunakan untuk mengggantikan slot PCI yang sudah tidak mencukupi lagi dalam menangani lalu lintas data antara CPU dengan kartu video. Setelah sekian lama, muncul arsitektur baru yang dinamakan dengan PCI Express. Arsitektur PCI Express berbeda dengan arsitektur lalu lintas data sebelumnya: PCI dan AGP. PCI Express melakukan transmisi data secara serial, tidak paralel seperti PCI dan AGP.

Slot PCI Express yang ada dalam motherboard ada beberapa jenis tergantung jumlah lane yang digunakannya. Untuk slot PCI Express yang digunakan sebagai slot ekspansi kartu video, biasanya adalah jenis slot PCI Express x16. Sementara untuk jenis kartu (card) lainnya menggunakan slot PCI Express x1.

Dengan perbedaan generasi motherboard, mempengaruhi juga jenis slot yang disediakan. Untuk motherboard dengan arsitektur PCI Express, maka akan lebih baik jika dalam memilih kartu videonya juga yang memiliki slot PCI Express. Sementara untuk motherboard yang memiliki slot AGP, maka harus memilih kartu video dengan slot AGP juga. Jadi tidak bisa dipertukarkan antara keduanya, selain arsitekturnya berbeda, juga jenis konektornya juga tidak akan cocok.

Kabar baiknya, untuk beberapa motherboard terbaru yang sudah memiliki arsitektur lalu lintas data PCI Express, masih memiliki slot PCI dan AGP. Sehingga walau sudah terdapat slot PCI Express, motherboard tersebut masih bisa dipasangi kartu video dengan slot AGP atau PCI. Namun demikian, untuk saat ini ada baiknya untuk menghindari pemilihan kartu video dengan slot AGP apalagi slot PCI. Pilihlah kartu video dengan antarmuka slot PCI Express, jika motherboard yang dimiliki sudah memiliki slot PCI Express.

Bagaimana Memilih Kartu Video


Komputer pribadi yang ada saat ini tidak dapat dipisahkan dari yang namanya komponen kartu video atau kartu VGA. selain fungsinya sebagai perantara antara CPU dengan monitor, komponen kartu video telah berkembang sebagai komponen pengolahan data, khususnya data visual atau grafik. Dan dengan berkembangnya dunia game komputer pribadi (PC), kartu video sangat menentukan kualitas dari sebuah komputer, di samping komponen lainnya. Jika dibandingkan fungsinya dengan fungsi kartu video terdahulu, maka ada perubahan fungsi dari kartu video ini.

Di pasaran, beredar berbagai macam merk dan jenis kartu video, dengan berbagai level kinerja dan peruntukannya. Ada kartu video yang khusus untuk kalangan bawah (low end) yang fungsinya terbatas, ada juga untuk kalangan menengah (mainstream) dan kalangan atas atau pencandu game (enthusiast) dengan kinerja yang menakjubkan. Sehingga dalam memilih kartu video harus memperhatikan berbagai hal, mulai dari kinerja yang diinginkan sampai dengan wujud kartu videonya.

Kartu video (Sumber foto: http://www.sapphiretech.com//images/product/gallery/0344/344_20100430_6949.jpg)

Dalam memilih (membeli) kartu video, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Jenis slot ekspansi yang digunakan pada motherboard
  2. Jenis output video yang dibutuhkan sesuai dengan monitor yang digunakan
  3. Generasi kartu video yang dibutuhkan
  4. Kompatibilitas dengan Sistem Operasi (Windows atau Linux, atau sistem operasi yang digunakan lainnya)
  5. Besaran memori grafik (RAM Video) yang dibutuhkan
  6. Pastikan ukuran kartu video sesuai dengan casing komputer yang digunakan
  7. Akankah menjalankan beberapa kartu video berpasangan (tandem)
  8. Keseuaian dengan komponen lainnya dalam komputer
  9. Kesesuian dengan dana yang tersediakan

Komponen Penyusun Kartu Video (Video Card)


Kartu video atau video card dalam bekerjanya melibatkan beberapa komponen yang menyusun kartu video. Ada beberapa komponen yang bisa dijumpai pada kartu video yang biasa digunakan dalam komputer pribadi (PC). Diantara komponen-komponen tersebut, ada komponen yang mutlak ada, ada juga komponen yang merupakan komponen tambahan. Komponen-komponen penyusun kartu video juga, berubah sesuai dengan perubahan generasi atau perkembangan komputer itu sendiri.

Kartu Video (sumber foto: internet)

Komponen utama dalam kartu video yang berkembang saat ini adalah: konektor dengan motherboard, prosesor video atau grafis (GPU atau VPU), memori video, konektor output dengan monitor, Video BIOS dan RAMDAC. Sementara komponen tambahan yang biasa ditambahkan adalah kipas pendingin, konektor untuk daya tambahan, serta konektor output lainnya. Komponen-komponen tersebut dipasangkan pada papan PCB yang membentuk kartu video.

  1. Konektor dengan Motherboard. Merupakan konektor yang digunakan untuk menghubungkan kartu video dengan motherboard. Konektor ini berupa papan PCB yang bisa dipasangkan pada slot yang ada pada papan motherboard. Ada beberapa jenis konektor yang ada yang disesuaikan dengan slot pada motherboard, yaitu konektor PCI Express. AGP, dan konektor PCI. Untuk saat ini, yang ada di pasaran umumnya adalah konektor PCI Express.
  2. Prosesor Video atau Grafis. Komponen ini merupakan komponen utama dalam kartu video karena komponen ini berfungsi dalam pemrosesan gambar atau grafis yang dikirimkan dari komputer (prosesor) sebelum ditampilkan pada layar monitor. Untuk saat ini, sebagaimana prosesor pada komputer, prosesor video memiliki kemampuan untuk melakukan komputasi data yang kompleks. Perbedaannya, prosesor grafis dikhususkan pada pengolahan data grafis seperti translasi dan pencahayaan. Prosesor grafis yang berkembang saat ini dinamakan dengan GPU (Graphical Processing Unit) atau VPU (Visual Processing Unit). Perkembangan dari GPU ini cukup pesat dengan berkembangnya teknologi grafis seperti grafis 3D dan game-game 3D yang realistik.
  3. Memori Video. Sebagaimana memori pada komputer atau memori utama, pada kartu video juga memiliki memori yang digunakan untuk menunjang kinerja dari GPU dalam melakukan komputasi. Memori video ini berfungsi untuk menyimpan data yang diproses oleh GPU dan menyimpan data yang ditampilkan dalam layar monitor. Perkembangan memori video ini sesuai dengan perkembangan dari GPU, yang menuntut kecepatan yang terus meningkat dan kapasitasnya juga meningkat. Jika dibandingkan dengan memori utama komputer, ada perbedaan dengan memori video ini. Memori video didesain untuk kinerja berkecepatan tinggi dan banyak port (multi-port).
  4. Konektor Output. Konektor output ini menghubungkan kartu video dengan layar monitor. Ada beberapa jenis konektor yang tersedia, yaitu konektor VGA dan konektor DVI. Perbedaannya adalah konektor VGA mentransmisikan data yang ditampilkan dalam layar berbentuk sinyal analog, sementara DVI secara digital.
  5. Video BIOS. Video BIOS digunakan untuk menyimpan program dasar yang mengendalikan kerja kartu video dan menyediakan instruksi yang mengijinkan komputer dan program aplikasi atau sistem operasi untuk berkomunikasi dengan kartu video tersebut. Video BIOS juga bisa berisi data tentang informasi spesifikasi dari kartu video seperti kecepatan operasi, pewaktuan memori, tegangan prosesor grafis, dan informasi lainnya. Hal ini memungkinkan untuk melakukan perubahan spesifikasi yang dilakukan oleh pengguna untuk mempercepatan kinerja kartu video (overclock).
  6. RAMDAC. Atau kepanjangan dari Random Access Memory Digital-to-Analog Converter, yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital yang dihasilkan oleh kartu video menjadi sinyal analog yang akan ditampilkan pada layar monitor. Komponen ini merupakan sebuah jenis memori RAM yang berfungsi sebagai pengubah sinyal. Namun untuk saat ini, ketika monitor sudah berubah menjadi digital (layar LCD), komponen RAMDAC ini tidak diperlukan lagi. Kecuali jiga masih menggunakan monitor analog (CRT atau LCD analog).

Komponen pendukung lainnya yang ada dalam kartu video adalah:

  1. Kipas Pendingin. Komponen pendingin untuk saat ini merupakan komponen yang umum digunakan karena bisa mengurangi panas yang terjadi pada prosesor grafis. Dengan bertambahnya fungsi kerja dari prosesor grafis, akan menambah beban kerja dari prosesor grafis itu sendiri yang pada akhirnya menimbulkan panas yang berlebih. Sehingga untuk saat ini kartu video dilengkapi dengan komponen pendingin, minimal pendingin pasif jika tidak menggunakan kipas pendingin.
  2. Konektor daya tambahan. Konektor ini digunakan untuk menambah suplay daya ke kartu video yang tidak bisa dicukupi oleh konektor atau slot dari motherboard. Karena dengan peningkatan kinerja, membutuhkan daya yang berlebih. Untuk menambah kekurangan daya, maka kartu video dilengkapi dengan konektor daya tamabahan.
  3. Konektor output lainnya. Selain dilengkapi dengan konektor VGA atau DVI, ada beberapa kartu video yang dilengkapi dengan konektor tambahan seperti konektor S-Video, Composite, Line-In, Line-Out, HDMI, dan konektor lainnya.

(Sumber: dari berbagai sumber)

Mengenal Soket dan Slot Prosesor


Untuk memasang prosesor (istilah lain untuk mikroprosesor) pada papan motherboard, biasanya digunakan perantara yang disebut dengan soket prosesor. Selain soket, ada juga yang dinamakan dengan istilah slot prosesor. Soket prosesor merupakan komponen yang digunakan untuk memasang prosesor beserta pendingin prosesor. Soket didesain untuk memasang prosesor dengan konektor yang sangat banyak.  Bentuk soket ini biasanya berbentuk persegi yang di dalamnya ada banyak lubang kecil berbentuk matrik dua dimensi yang digunakan untuk memasang pin-pin prosesor. Selain itu juga dilengkapi dengan tuas pengunci yang digunakan untuk mengunci prosesor setelah dipasang pada soket tersebut sehingga tidak mudah lepas atau goyah.

Soket prosesor menyediakan banyak fungsi seperti menyediakan struktur fisik untuk medukung prosesor termasuk mendukung pemasangan kipas pendingin, memfasilitasi penggantian prosesor jika ingin mengganti prosesor dan yang terpenting adalah membentuk hubungan atau antarmuka antara prosesor dengan motherboard. Soket ini biasanya dipasang dan ditemukan pada komputer desktop dan server untuk komputer berbasiskan arsitektur Intel x86.

Slot prosesor beserta prosesornya (sumber foto: http://www.kids-online.net/learn/click/details/p2.jpg)

Selain soket, ada juga yang dikenal dengan slot prosesor. Slot ini juga sama digunakan untuk memasang prosesor. Yang membedakan adalah bentuk fisiknya. Bentuk slot biasanya memanjang sebagaimana bentuk dari slot-slot untuk memasang kartu (card) pada motherboard. Slot digunakan untuk memasang prosesor yang dipasang pada papan PCB tersendiri.

Dengan berkembangnya prosesor yang mempengaruhi juga bentuk fisik dari prosesor, maka ada perubahan-perubahan yang terjadi pada konektor atau pin-pin prosesor. Perubahan ini mempengaruhi juga pada perubahan soket prosesor. Sehingga ada perbedaan fisik antargenerasi soket prosesor. Perubahan yang terjadi bisa hanya dalam jumlah pin atau juga perubahan total dari bentuk soket itu sendiri.

Selain perbedaan generasi prosesor, yang mempengaruhi bentuk fisik dari soket adalah pembuat prosesor itu sendiri. Sehingga tidak mengherankan dari mulai generasi awal prosesor khususnya prosesor dengan arsitektur Intel x86, hingga generasi terakhir ada banyak jenis soket dan slot prosesor.

Komponen Penyusun Motherboard


Motherboard komputer, khususnya motherboard komputer PC disusun atas berbagai komponen yang diperlukan dalam membangun sebuah sistem komputer. Komponen-komponen yang umumnya ada dalam sebuah motherboard adalah:

Sumber foto: http://www.thgtr.com/motherboard/20041125/images/board-big.jpg
  1. Soket Prosesor. Soket ini merupakan tempat dimana prosesor dipasang. Jenis soket menentukan prosesor apa yang bisa dipasang pada soket tersebut. Jadi soket tertentu hanya bisa dipasang prosesor tertentu saja.
  2. Slot Memori. Slot ini digunakan untuk memasang memori utama komputer. Jenis slot memori juga berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakannya.
  3. Northbridge, merupakan sebutan bagi komponen utama yang mengatur lalu lintas data antara prosesor dengan sistem memori dan saluran utama motherboard.
  4. Southbridge, sebutan untuk komponen pembantu northbridge yang menghubungkan northbridge dengan komponen atau periferal lainnya.
  5. Slot PCI Express x16, merupakan slot khusus yang bisa dipasangi kartu VGA generasi terbaru.
  6. Slot PCI Express x1, merupakan slot untuk memasang periferal (kartu atau card) lainnya selain kartu VGA.
  7. Slot AGP, merupakan slot khusus untuk memasang kartu VGA generasi sebelum adanya slot PCI Express.
  8. Slot PCI, merupakan slot umum yang biasa digunakan untu memasang kartu atau card dengan kecepatan di bawah slot AGP dan PCI Express.
  9. BIOS (Basic Input-Ouput System). Merupakan program kecil yang dimasukkan ke dalam IC ROM atau Flash yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi dari sebuah motherboard.
  10. Baterai CMOS, baterai khusus untuk memberikan daya pada BIOS.
  11. Port SATA, merupakan antarmuka untuk media penyimpanan generasi terbaru. Port SATA bisa digunakan untuk menghubungkan Hard Disk dengan sistem komputer.
  12. Port IDE, merupakan antarmuka media penyimpanan sebelum generasi SATA.
  13. Port Floppy Disk, digunakan untuk menghubungkan media removable atau media penyimpanan yang bisa dicopot yaitu Disket atau Floppy Disk.
  14. Port Power, yaitu port untuk memberikan daya kepada sistem komputer.
  15. Back Panel, merupakan kumpulan port yang biasanya diletakkan di belakang casing atau wadah komputer PC. Port atau colokan yang biasanya ada di belakang casing komputer PC adalah:
  16. Port PS/2 Mouse, untuk menghubungkan mouse dengan komputer.
  17. Port PS/2 Keyboard, untuk memasang keyboard.
  18. Port Paralel, untuk memasang periferal kecepatan rendah dengan lebar data delapan bit. Biasanya digunakan untuk memasang printer sebelum generasi USB.
  19. Port Serial, digunakan untuk memasang periferal kecepatan rendah dengan mode transfer data serial. Namun saat ini jarang digunakan.
  20. Port SPDIF, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan periferal audio seperti home theatre.
  21. Port Firewire, untuk menghubungkan peralatan eksternal kecepatan tinggi seperti video capture atau streaming video.
  22. Port RJ45, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan LAN.
  23. Port USB, digunakan untuk antarmuka dengan periferal atau peralatan eksternal generasi baru yang menggantikan port paralel dan Serial.
  24. Port Audio, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan sistem audio seperti speaker, mikrofon, line-in dan line-out.
Sumber foto: http://i31.tinypic.com/jhqweg.jpg