Chip Grafis: Pertarungan ATI vs nVidia (Bagian 3)


[Melanjutkan tulisan sebelumnya]

Awal tahun 2002, nVidia meluncurkan keluarga GeForce4: GeForce4 Ti dan GeForce4 MX. Keluarga GeForce4 MX hanyalah penamaan saja, yang tidak berpengaruh pada perbaikan teknologi dari GeForce3. Kartu grafis berbasis GeForce4 MX tidak lebih baik dari GeForce2 Ultra. Sementara untuk GeForce4 Ti memiliki clock sekitar 20% lebih tinggi daripada Radeon 8500. Peningkatan ini sebagai hasil dari teknologi baru yang menjadi target kinerja ke depannya.

Pertengahan 2002, ATI mengeluarkan chip grafis terbarunya yang ditujukan untuk menghantam GeForce4. Produk tersebut adalah Radeon 9000, Radeon 9000 Pro dan Radeon 9700 Pro. Radeon 9000 ditujukan untuk menghantam GeForce4 MX di pasaran kelas bawah dan menengah. Seri Radeon 9000 hanya mendukung DX8.

Radeon 9000 vs GeForce4 (sumber foto: internet)

Sementara Radeon 9700 menyasar kelas atas dengan mendukung penuh standar DX9 yang belum didukung oleh nVidia. ATI menamakan chip grafis ini dengan nama VPU (Visual Processing Unit). Keistimewaan chip ini adalah memiliki antarmuka memori dengan lebar data 256-bit dan 8 parallel rendering pipeline (dua kali dari yang dimiliki oleh GeForce4) yang mengakibatkan chip grafis ini memiliki transistor 110 juta dengan proses manufaktur 0,15 um. Clock Radeon 9700 sekitar 20% lebih tinggi daripada GeForce4 Ti. Dari hasil pengujian, dengan mengaktifkan antialiasing atau anisotrophic filtering, kinerja Radeon 9700 melebihi kinerja GeForce4 Ti pada level 100% (dua kali lebih cepat).

Di akhir tahun 2002, nVidia mengeluarkan chip grafis terbarunya dengan nama GeForce FX. Teknologi yang diusungnya diberi nama CineFX yang memiliki kemampuan mengirimkan efek kualitas sinema secara real time. Karena kompleksitasnya, chip ini dihuni tidak kurang dari 125 juta transistor. Namun ditunda karena memiliki masalah pada proses fabrikasi 0,13 um. Chip ini ditargetkan memiliki kecepatan 500 MHz, namun untuk kalangan pengguna biasa diturunkan menjadi 400 MHz.

[Bersambung]