Memilih Kartu Video (4): Kompatibilitas dengan Windows 7


Ketika Microsoft mengeluarkan sistem operasi Windows 7 dan sukses di pasaran (banyak yang menggunakan), maka sistem operasi yang banyak digunakan adalah Windows 7 menggantikan Windows XP (catatan: Windows Vista tidak terlalu sukses di pasaran). Dan ketika menggunakan sistem operasi Windows 7 yang berbeda dengan Windows XP, diperlukan hardware lebih baik lagi. Begitu juga kebutuhan akan kartu video (kartu grafis). Untuk bisa menjalankan sistem operasi Windows 7, diperlukan kartu video dengan spesifikasi minimal harus mendukung standar DirectX 9 yang sesuai dengan standar WDDM 1.0 atau lebih tinggi lagi.

Tampilan antarmuka 3-dimensi di desktop Aero

Sebagai penerus Windows Vista, Windows 7 masih menyertakan antarmuka yang memiliki efek khusus yang disebut Aero. Antarmuka Aero memungkinkan tampilan 3-dimensi di layar desktop termasuk tampilan window yang transparan. Oleh karenanya diperlukan spesifikasi kartu video yang bagus, yang minimal mendukung standar DirectX 9. Namun bukan hanya mendukung standar DirectX 9, tapi juga harus memenuhi standar arsitektur driver yang baru yaitu WDDM 1.0 (standar minimal). Aritektur ini menggantikan standar driver display Windows XP yang mulai diperkenalkan pada sistem operasi Windows Vista. Kemampuan WDDM digunakan untuk menyediakan kemampuan yang dbutuhkan untuk merender tampilan desktop dan aplikasi menggunakan Desktop Windows Manager yang merupakan gabungan windows manager yang berjalan di atas Direct3D. Spesifikasi WDDM sekurang-kurangnya membutuhkan kartu video yang memenuhi  standar DirectX 11 dan dapat menjalankan antarmuka driver untuk Direct3D 9Ex. Hal ini dimaksudkan agar kartu video bisa menjalankan aplikasi yang sesuai dengan standar Direct3D. Sementara dukungan untuk menjalankan DirectX 10 atau yang lebih tinggi, masih menjadi pilihan yang bagus.

Untuk generasi kartu video keluaran sekarang, tidak perlu diragukan lagi, sudah mendukung standar yang dibutuhkan untuk menjalankan Windows 7. Hal ini berbeda dengan kartu video keluaran beberapa tahun yang lalu yang mungkin saja belum mendukung DirectX9. Atau bisa juga sudah mendukung standar DirectX 9 tapi belum memiliki WDDM. Kartu video yang tidak memiliki driver WDDM tidak bisa menjalankan fitur-fitur Aero di Windows 7. Kartu video yang sudah mendukung DirectX 9 dan memiliki driver WDDM adalah AMD Radeon 9500 ke atas dan seri X (dengan slot PCI-Express). Sementara nVidia mulai seri GeForce FX ke atas.

Jadi dalam memilih kartu video, harus dicek dulu, sistem operasi apakah yang akan dijalankan dalam komputernya. Setelah itu baru dicek kebutuhan minimal sistem operasi yang dipilih dan pilih kartu video yang mendukung sistem operasi yang dipilih.

(Gambar meunang nginjeum ti http://www.anandtech.com/)

Memilih Kartu Video (3): Generasi Kartu Video yang Dibutuhkan


Cara termudah untuk mengetahui kemampuan sebuah kartu video adalah dengan memeriksa generasinya dari kartu video tersebut. Generasi kartu video dalam komputer khususnya dalam lingkungan Microsoft Windows adalah dengan memeriksa dukungannya pada versi DirectX. Untuk saat ini, DirectX sudah mencapai versi 11 yang menjadi standar pada sistem operasi Microsoft Windows 7.

Jika di dalam komputer ada komponen utama yang berperan dalam pemrosesan data yang disebut CPU, maka kartu video memiliki komponen pemrosesan data sendiri yang disebut dengan GPU. Keduanya memiliki persamaan dalam hal fungsinya dalam mengelola dan mengolah data berdasarkan program yang diberikan atau tersedia. Perbedaannya, GPU tidak memiliki kemampuan yang fleksibel sebagaimana CPU. GPU kebanyakan mengelola dalam hal komputasi grafis 2-dimensi dan 3-dimensi. Grafis 2-dimensi berkaitan dengan penyediaan tampilan antarmuka sistem operasi di layar monitor atau program lainnya seperti pengolah kata. Menggambar grafis 2-dimensi merupakan kemampuan mendasar yang dimiliki oleh semua kartu video termasuk prosesor GPU-nya. Jadi, untuk pemrosesan data grafis 2-dimensi, tidak ada masalah walau menggunakan kartu video apapun.

Sementara grafis 3-dimensi, yang banyak digunakan dalam dunia permainan (game) dan dalam dunia perancangan model 3-dimensi dalam bidang teknik dan arsitektur memerlukan komponen prosesor GPU yang memiliki kemampuan lebih. Ini dikarenakan perhitungan (komputasi) untuk 3-dimensi melibatkan perhitungan yang kompleks. Apalagi jika membutuhkan kualitas gambar 3-dimensi yang lebih baik lagi dan lebih realistik, akan membutuhkan spesifikasi prosesor GPU lebih baik lagi.

Dan ketika bekerja di lingkungan sistem operasi Windows, untuk memeriksa kemampuan prosesor grafis (GPU) bisa dilakukan dengan kemampuannya mendukung teknologi DirectX 11 yang menjadi standar di Windows 7. Semakin kompatibel dengan versi DiectX terbaru (versi 11), semakin bagus kualitas prosesor grafisnya. Dan semakin kecil versi yang didukungnya, semakin jelek kualitasnya. Kartu grafis dengan prosesor grafis yang mendukung DirectX versi 11 lebih baik daripada yang mendukung versi 10, dan selanjutnya.
Biasanya, generasi kartu grafis keluaran terbaru sudah mendukung DirectX 11 baik keluaran AMD (seri Radeon) maupun dari nVidia (seri geForce). Generasi terbaru seri Radeon adalah AMD Radeon HD7000, sementara dari nVidia adalah GeForce GT600. Intel juga sebenarnya mengeluarkan prosesor grafis, tapi prosesor grafisnya disatukan dengan chipset-nya atau prosesor CPU-nya. Kualitas grafisnya masih dibawah prosesor grafis keluaran AMD dan nVidia.

Logo DirectX

Jadi, dalam memilih kartu grafis bisa dilakukan dengan mencocokan kartu grafis yang dipilih dengan dukungannya terhadap standar DirectX yang diinginkan. Jika menginginkan kartu grafis yang sudah mendukung DirectX 11, harus memilih kartu grafis yang mendukung standar tersebut.

(Gambar meunang nginjeum ti http://www.thinktechno.com/)

Chip Grafis: Pertarungan ATI vs nVidia (Bagian 1)


Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pasaran kartu video atau kartu grafis komputer dikuasai oleh dua perusahaan terbesar yang berasal dari Amerika dan Kanada: nVidia dan ATI (AMD). Dengan tidak mengesampingkan perusahaan sejenis lainnya seperti Intel (yang membuat chip grafis terintegrasi ke dalam chipset), SIS dengan seri Xabre-nya, S3 (yang diintergasikan ke dalam chipset VIA), kedua perusahaan merupakan pemain utama dalam memproduksi chip grafis mulai dari kelas bawah (low end), kelas menengah (mainstream) hingga kelas atas (high-end). Kedua perusahaan ini saling berebut tahta teratas dalam pembuatan dan penjualan chip grafis. Keduanya bersaing untuk menjadi nomor satu di dunia chip grafis.

Sebenarnya, pertarungan kedua perusahaan ini dimulai ketika nVidia mengeluarkan chip grafis seri GeForce sementara ATI mengeluarkan seri Radeon. Setelah itu, kedua perusahaan saling susul menyusul memperkenalkan jajaran chip grafisnya masing-masing, dan keduanya saling mengalahkan. Namun dalam perjalanannya, nVidia mendominasi posisi teratas dalam penjualan chip grafis. Dan karena kekalahannya tersebut, ATI mengalami kerugian yang akhirnya pada tahun 2006 ATI dibeli oleh AMD.

GeForce 256/GeForce2 GTS vs Radeon

Setelah mengeluarkan seri TNT2, nVidia mengeluarkan seri chip grafis dengan nama GeForce256. Di dalam chip grafis ini terdapat hardware yang dapat melakukan perhitungan transformasi dan pencahayaan secara langsung yang dikenal dengan Hardware T&L. Kemampuan ini membuat chip grafis tersebut dikenal dengan nama GPU (Graphical Processing Unit).

ATI Radeon vs nVidia GeForce256 (Sumber foto: internet)

Di pihak lain, ATI tidak mau ketinggalan. Setelah mengeluarkan seri Rage-nya, ATI mengeluarkan seri Radeon pertama yang ditujukan untuk menyaingi GeForce256. ATI mempromosikan Radeon ini dengan menyatakannya mendukung fitur DirectX 7 daripada GeForce256. Dari hasil pengujian, Radeon memiliki kinerja yang sama dengan GeForce256 dalam hal pengujian warna 16-bit. Sementara untuk pengujian warna 32-bit, Radeon meninggalkan GeForce256. Ini berkat adanya teknologi HiperZ dalam chip Radeon.

Setelah ketinggalan oleh ATI, nVidia mengeluarkan seri penerus GeForce256 yaitu seri GeForce2 GTS. Peningkatan yang dilakukan adalah dengan diterapkannya dua texture hingga empat piksel dalam satu pass. Pengujian membuktikan kinerja GeForce2 GTS lebih tinggi 65% daripada Radeon dalam pengujian warna 16-bit. Namun dalam pengujian warna 32-bit, chip ini tidak berkutik  apalagi dalam resolusi gambar yang lebih dari 800×600 piksel. Masalah ini dikarenakan kecepatan memori yang digunakan. Walau demikian, di pasaran chip grafis ini mendominasi dibandingkan Radeon dengan dikeluarkannya GeForce2 MX, Ultra (DDR), Quadro dan GeForce GO. Ditambah lagi dengan dikeluarkannya driver Detonator 3.

[Bersambung]

Memilih Kartu Video (2): Jenis Output yang Diinginkan


Output kartu video berhubungan langsung dengan monitor komputer. Sehingga jenis output dari kartu video ditentukan oleh jenis monitor atau kabel monitor yang digunakan untuk menghubungkan kartu video dengan monitor. Untuk saat ini setidaknya ada dua jenis output dari kartu video yang umum digunakan. Kedua jenis output ini memiliki sistem pentransmisian data yang berbeda: yaitu cara transmisi analog dan cara transmisi digital. Untuk monitor CRT atau tabung biasanya menggunakan cara pentransmisian analog, sementara untuk layar LCD menggunakan transmisi digital. Tapi tidak semuanya begitu, ada juga CRT yang menerima cara pentrasmisian data digital dari kartu video.

Untuk transmisi data analog dikenal dengan nama VGA (Video Graphic Adapter) atau Port VGA. Cara pentransmisian data analog ini sudah menjadi standar sejak 1987. Selama ini, standar VGA sudah cukup bagus digunakan untuk monitor-monitor CRT dengan resolusi standar. Namun, dengan perkembangan teknologi khususnya perkembangan kebutuhan akan resolusi gambar dan refresh rate pada monitor komputer yang semakin tinggi, standar VGA ini mulai menemukan kelemahannya. Untuk resolusi gambar yang tinggi dan refresh rate yang tinggi, kualitas gambar yang ditampilkan pada monitor menjadi menurun.

Jenis-jenis port Output Kartu Video (sumber foto dengan perubahan: http://www.hisdigital.com/UserFiles/product/H545H1G-6-300.jpg)

Standar transmisi data yang baru adalah dengan cara digital. Standar ini dikenal dengan DVI (Digital Visual Interface) atau port DVI. Standar digital ini dimaksudkan untuk menggantikan standar analog atau VGA yang memiliki kelemahan untuk mentransmisikan data dengan resolusi tinggi. Dengan menggunakan standar DVI ini, kualitas gambar tidak dipengaruhi lagi oleh resolusi dan refresh rate. Resolusi dan refresh rate yang tinggi tidak akan mengurangi kualitas gambar yang ditampilkan pada monitor komputer. Monitor LCD saat ini biasanya sudah menggunakan standar data digital. Hanya ada beberapa layar LCD terdahulu yang masih menggunakan transmisi data analog.

Jika standar analog atau VGA hanya terdapat satu standar, maka standar untuk transmisi data digital ada beberapa standar yang umum digunakan. Standar analog hanya memiliki satu tipe atau satu jenis konektor dengan nama DB-15, maka untuk standar DVI ada yang berjenis DVI-I dan DVI-D. Perbedaan antara DVI-I dengan DVI-D adalah port DVI-I bisa digunakan untuk monitor analog dan monitor digital, sementara DVI-D hanya bisa digunakan untuk monitor digital.

Dalam standar DVI yang harus juga adalah jumlah link. Ada DVI dengan link tunggal dan ada yang berjenis link ganda. Jumlah link ini mempengaruhi resolusi yang bisa ditampilkan pada layar monitor. Untuk link tunggal, maksimal resolusi yang bisa dicapai adalah 1600×1200. Sementara link ganda bisa untuk resulisi layar di atasnya.

Selain port DVI, ada juga yang dinamakan dengan port HDMI. Port HDMI ini sama dengan port DVI menggunakan standar pentransmisian data digital. Perbedaannya untuk HDMI bisa digunakan atau dihubungkan dengan monitor beresolusi tinggi atau panel LCD bermultimedia (selain video/gambar, juga bisa sekaligus mentransmisikan audio/suara).

Dalam memilih kartu video berkaitan dengan jenis monitor yang digunakan, ada baiknya jika memilih kartu video yang sudah berstandar digital atau memiliki port DVI. Walaupun monitor yang digunakan adalah monitor analog, ada baiknya memilih kartu video yang memiliki port DVI dan port VGA. Untuk kartu video yang banyak beredar saat ini, masih banyak kartu video yang menyertakan port VGA disamping port DVI. Jadi kartu video ini bisa digunakan untuk dua jenis monitor.

Memilih Kartu Video (1): Jenis Slot Ekspansi yang Digunakan


Untuk menambahkan kartu video ke komputer, harus tersedia slot ekspansi yang ada pada motherboard. Ada beberapa jenis pilihan slot ekspansi yang tersedia, tergantung dari generasi motherboard yang digunakan. Pilihan slot ekspansi yang ada dalam motherboard menentukan jenis kartu video yang bisa ditambahkan.

Perbedaan generasi motherboard, menjadikan slot ekspansi yang diada di dalamnya ada perbedaan jenis slot. Generasi motherboard terdahulu memiliki slot ekspansi terdahulu, dan generasi terbaru memiliki slot ekspansi terbaru juga. Walau demikian ada beberapa motherboard terbaru yang masih menyertakan slot ekspansi terdahulu.

Slot ekspansi untuk kartu video yang terdahulu dinamakan dengan slot PCI atau Peripheral Component Interconnect (sebelum PCI sebenarnya masih ada slot ISA). Untuk saat, slot PCI sudah tidak disertakan lagi dalam motherboard. Dan walaupun masih disertakan, biasanya digunakan bukan untuk slot kartu video, tapi untuk kartu (card) lainnya seperti kartu suara.

Slot ekspansi untuk Kartu Video (sumber foto dengan perubahan: http://www.ixbt.com/short/2k4-09/ecs1.jpg)

Setelah generasi slot PCI, muncul slot AGP (Accelerted Graphics Port). Slot AGP merupakan slot ekspansi yang digunakan untuk mengggantikan slot PCI yang sudah tidak mencukupi lagi dalam menangani lalu lintas data antara CPU dengan kartu video. Setelah sekian lama, muncul arsitektur baru yang dinamakan dengan PCI Express. Arsitektur PCI Express berbeda dengan arsitektur lalu lintas data sebelumnya: PCI dan AGP. PCI Express melakukan transmisi data secara serial, tidak paralel seperti PCI dan AGP.

Slot PCI Express yang ada dalam motherboard ada beberapa jenis tergantung jumlah lane yang digunakannya. Untuk slot PCI Express yang digunakan sebagai slot ekspansi kartu video, biasanya adalah jenis slot PCI Express x16. Sementara untuk jenis kartu (card) lainnya menggunakan slot PCI Express x1.

Dengan perbedaan generasi motherboard, mempengaruhi juga jenis slot yang disediakan. Untuk motherboard dengan arsitektur PCI Express, maka akan lebih baik jika dalam memilih kartu videonya juga yang memiliki slot PCI Express. Sementara untuk motherboard yang memiliki slot AGP, maka harus memilih kartu video dengan slot AGP juga. Jadi tidak bisa dipertukarkan antara keduanya, selain arsitekturnya berbeda, juga jenis konektornya juga tidak akan cocok.

Kabar baiknya, untuk beberapa motherboard terbaru yang sudah memiliki arsitektur lalu lintas data PCI Express, masih memiliki slot PCI dan AGP. Sehingga walau sudah terdapat slot PCI Express, motherboard tersebut masih bisa dipasangi kartu video dengan slot AGP atau PCI. Namun demikian, untuk saat ini ada baiknya untuk menghindari pemilihan kartu video dengan slot AGP apalagi slot PCI. Pilihlah kartu video dengan antarmuka slot PCI Express, jika motherboard yang dimiliki sudah memiliki slot PCI Express.

Bagaimana Memilih Kartu Video


Komputer pribadi yang ada saat ini tidak dapat dipisahkan dari yang namanya komponen kartu video atau kartu VGA. selain fungsinya sebagai perantara antara CPU dengan monitor, komponen kartu video telah berkembang sebagai komponen pengolahan data, khususnya data visual atau grafik. Dan dengan berkembangnya dunia game komputer pribadi (PC), kartu video sangat menentukan kualitas dari sebuah komputer, di samping komponen lainnya. Jika dibandingkan fungsinya dengan fungsi kartu video terdahulu, maka ada perubahan fungsi dari kartu video ini.

Di pasaran, beredar berbagai macam merk dan jenis kartu video, dengan berbagai level kinerja dan peruntukannya. Ada kartu video yang khusus untuk kalangan bawah (low end) yang fungsinya terbatas, ada juga untuk kalangan menengah (mainstream) dan kalangan atas atau pencandu game (enthusiast) dengan kinerja yang menakjubkan. Sehingga dalam memilih kartu video harus memperhatikan berbagai hal, mulai dari kinerja yang diinginkan sampai dengan wujud kartu videonya.

Kartu video (Sumber foto: http://www.sapphiretech.com//images/product/gallery/0344/344_20100430_6949.jpg)

Dalam memilih (membeli) kartu video, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Jenis slot ekspansi yang digunakan pada motherboard
  2. Jenis output video yang dibutuhkan sesuai dengan monitor yang digunakan
  3. Generasi kartu video yang dibutuhkan
  4. Kompatibilitas dengan Sistem Operasi (Windows atau Linux, atau sistem operasi yang digunakan lainnya)
  5. Besaran memori grafik (RAM Video) yang dibutuhkan
  6. Pastikan ukuran kartu video sesuai dengan casing komputer yang digunakan
  7. Akankah menjalankan beberapa kartu video berpasangan (tandem)
  8. Keseuaian dengan komponen lainnya dalam komputer
  9. Kesesuian dengan dana yang tersediakan

Mengenal Kartu Video


Kartu Video (video card) merupakan antarmuka atau perantara yang digunakan dalam sistem komputer khususnya komputer PC, yang berfungsi sebagai media untuk menyampaikan informasi ke media penampil atau layar monitor atau proyektor. Kartu video ini, dikenal juga dengan nama lainnya, yaitu kartu vga (vga card), adapter video, adapter grafis, kartu grafis, dan kontroller video.

Pada dasarnya, kartu video itu sederhana. Kartu video hanya berfungsi untuk menampilkan informasi saja dari sistem komputer ke layar monitor. Namun, untuk saat ini kartu video sudah berubah, tidak hanya menampilkan informasi saja, tapi sudah berkembang menjadi pemroses atau pengolah informasi yang dikirim komputer sebelum ditampilkan ke layar monitor. Apalagi dengan berkembangnya program atau game tiga dimensi yang membutuhkan pemrosesan data yang kompleks.

Kartu video diperkenalkan oleh IBM yang digunakan pada komputer PC IBM yang dikembangkan pada tahun 1981. Pada waktu itu, dikenal dengan nama MDA (monochrome display adapter) yang hanya bisa menampilkan atau bekerja pada mode teks yang menggambarkan 80 colom dan 25 baris. Kartu video ini hanya memiliki memori 4KB dan bekerja hanya dengan satu warna. Setelah itu, berkembanglah berbagai macam kartu video.

Kartu video (sumber foto: http://farm1.static.flickr.com/10/13040505_09a3493be0.jpg?v=0)

Beberapa perusahaan juga ikut bermain dalam mengembangkan dan mengeluarkan kartu video ini seperti ATI, Cirrus Logis, dan S3. Mereka berlomba mengembangkan dan meningkatkan kinerja dari kartu video ini. Peningkatan yang dilakukan berkaitan dengan resolusi yang bisa ditampilkan di layar dan jumlah warna yang bisa ditampilkan.