Eksistensi Diri Manusia: Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata (Bagian 4)


[Melanjutkan tulisan sebelumnya…]

3. Jati Diri Manusia dalam Kehidupan Sosial

Dalam mengarungi kehidupan ini, khususnya dalam kehidupan sosial, setiap warga kehidupan memiliki tipe atau karakteristik masing-masing, yang mungkin saja seorang warga memiliki karakter yang berbeda dengan warga lainnya. Berbagai tipe atau karakter ini bercampur baur dalam kehidupan sosial. Untuk bergaul dalam kehidupan sosial harus memahami karakter masing-masing. Berkaitan dengan karakter ini, tidak mudah untuk mengetahui bagaimana karakter seseorang jika hanya dengan memahami kondisi fisik atau luarnya saja. Karena karakter biasanya muncul dari dalam. Karakter bisa jadi sudah mendarah daging bagi seseorang. Karakter kadang sudah menjadi pembawaan dari sejak lahir, namun begitu tidak sedikit karakter yang dibentuk karena kondisi lingkungan.

Sumber foto: http://farm3.static.flickr.com/2641/3707187124_546942ec87.jpg

Untuk memahami karakter seseorang, bisa dengan cara menelisik atau menaliti bagaimana sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan media lain seperti media teman dekat seseorang (‘dia’) untuk menanyakan atau menjadi perantara bagaimana karakteristik ‘dia’. Bisa juga dengan melihat silsilah keluarganya dan lingkungan tempat bergaulnya. Jadi untuk memahami karakteristik seseorang yang menjadi warga dunia nyata, bisa dicari dengan cara bagaimana interaksi ‘dia’ dengan lingkungannya, bagaimana cara bergaul dan lingkungan ruang lingkup pergaulannya. Karena karakteristik ‘dia’ akan mempengaruhi bagaimana cara ‘dia’ berinteraksi. Karakteristik yang sudah menjadi pegangan ‘dia’, itulah yang dinamakan dengan jati diri ‘dia’ sebagai seorang warga kehidupan, sebagai manusia.

Ketika kehidupan ‘dia’ berpindah ke dunia maya, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan nyata. ‘Dia’ memiliki jati diri yang menunjukkan siapa sebenarnya ‘dia’. Lalu bagaimana untuk mengetahuinya? Untuk mengetahuinya, gampang-gampang susah. Sebagaimana kehidupan nyata, dalam kehidupan maya juga jati diri ‘dia’ bisa diketahui dari bagaimana cara berinteraksi dalam dunia maya, bagaimana ‘dia’ menunjukkan eksistensi dirinya.

Namun demikian, tidak semua orang yang dalam menunjukkan eksistensi dirinya dalam dunia maya itu bersesuaian dengan jati dirinya. Karena bagaimanapun juga yang namanya dunia maya, tidak ada jaminan keaslian seseorang yang menjadi warga dunia maya. Seseorang yang menjadi warga dunia maya belum tentu mau menunjukkan jati diri atau karakteristik yang sebenarnya di dunia maya. Dunia maya masih bisa dibohongi!

Hanya saja, dengan mengetahui atau menelisik eksistensi diri seseorang yang menjadi warga dunia maya, sedikitnya bisa menjadi gambaran bagaimana jati diri seseorang. Dengan menelisik bagaimana seseorang mengisi kolom ‘Apa yang Anda pikirkan?‘ atau ‘What’s on your mind?‘ bisa mendapatkan sedikit gambaran atau bocoran mengenai jati diri seseorang yang menjadi warga dunia maya. Begitu juga dengan media atau jalan interaksi yang disediakan di dunia maya seperti mengomentari status orang lain atau temannya, membuat catatan tentang sesuatu, bisa dijadikan media untuk mengetahui jati diri seseorang.

Akhirnya, eksistensi diri seseorang baik di dunia maya maupun di dunia nyata bisa dijadikan ajang untuk menunjukkan siapa sebenarnya jati diri seorang warga dunia. Walau tidak selamanya bisa dijadikan patokan.

[Bersambung]

Eksistensi Diri Manusia: Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata (Bagian 3)


[Melanjutkan tulisan sebelumnya]

2. Eksistensi dalam Kehidupan Sosial

Seorang manusia memang mengakui bahwa dia itu ada di dunia ini. Dia mengakui dirinya berada di dunia ini. Namun keberadaan dirinya, sebagai makhluk sosial belum tentu benar di hadapan manusia lainnya. Jadi keberadaan seseorang di dunia ini, khususnya dalam kehidupan sosial harus ditunjukkan kepada orang lain bahwa benar-benar dia itu ada. Keberadaan seseorang di hadapan orang lain bisa disebut sebagai eksistensi diri manusia dalam kehidupan sosial. Menunjukkan diri seseorang bahwa dia itu ada dalam kehidupan sosial musti ada karena itu sebagai pengakuan tentang keberadaannya di lingkungan sosial. Jangan sampai keberadaannya dianggap sebagai ketiadaan bagi orang lain dalam kehidupan sosial. Jadi, walaupun diri seseorang menganggap bahwa dirinya itu ada atau eksis, namun karena lingkungannya menganggap dirinya tidak ada, maka seseorang tersebut tidak akan diakui keberadaannya. Sehingga akan muncul ungkapan bahwa “Ada dia sama dengan ketiadaannya”. Bahkan lebih jauhnya lagi, jangan sampai keberadaannya di kehidupan ini tidak diharapkan oleh lingkungan atau orang lain. Jangan sampai menjadi orang yang “Ketiadaanya lebih baik daripada keberadaannya”.

Sumber foto: http://www.cooltownstudios.com/images/socialnetwork-pillowfight.jpg

Penunjukkan diri bahwa diri seseorang itu ada dalam kehidupan ini sangat penting. Sehingga keberadaannya di kehidupan ini sangat bermakna bagi kehidupan, sangat bermanfaat bagi kehidupan. Adanya dia dalam kehidupan tersebut sangat dinantikan oleh orang lainnya. Sehingga orang ini disebut sebagai orang yang baik. Ini sesuai dengan ungkapan bahwa “orang yang baik adalah orang yang memiliki manfaat bagi lingkungannya”.

Masalah eksistensi ini juga merambah ke dunia maya. Di dunia maya, masalah eksistensi menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi warga dunia maya, khususnya warga facebook. Eksistensi berkaitan dengan seringnya seseorang tersambung atau berada di dunia maya tersebut. Eksistensi ini berkaitan juga dengan keberadaannya (waktu yang digunakan) di dunia maya. Semakin sering atau lama seseorang tersambung ke dunia maya, itu menunjukkan keeksistensiannya di dunia maya.

Namun demikian seseorang yang tersambung ke dunia maya tidak serta-merta bisa menunjukkan eksistensi dirinya di dunia maya. Karena eksistensi ini bukanlah pengakuan tentang keberadaannya oleh diri sendiri, tapi pengakuan keberadaannya di mata orang lain. Eksistensi ini dinilai oleh orang (pihak) lain yang mengetahui keberadaannya. Jadi seseorang yang walaupun terus tersambung ke dunia maya, belum tentu diketahui keberadaannya oleh orang lain, sehingga eksistensinya diragukan.

Untuk itu, di dunia maya ini, khususnya facebook, diberikan sarana untuk menunjukkan keberadaannya, sehingga keberadaan seseorang di dunia maya tersebut bisa diketahui oleh orang (pihak) lain. Salah satu sarana yang bisa dijadikan petunjuk mengenai eksistensi seseorang di dunia maya (facebook) adalah ketika mengunjungi facebook dan masuk ke akun, seseorang akan dihadapkan pada pertanyaan: “What’s your mind?” atau dalam bahasa Indonesianya “Apa yang Anda pikirkan?” Dengan mengisi pertanyaan ini, maka keberadaan seseorang akan diketahui oleh orang (pihak) lain, minimal teman di dunia maya (facebook). Karena apa yang ditulis oleh seseorang untuk menjawab pertanyaan ini akan muncul di halaman home atau beranda orang lain atau teman. Jadi dengan mengisi pertanyaan ini, seseorang telah menunjukkan eksistensi dirinya di hadapan orang lain.

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa pertanyaan ini yang muncul? Bukan pertanyaan “Apa yang Anda lakukan?” atau pertanyaan “Mau ke mana Anda hari ini?” Untuk menjawab pertanyaan ini memang, agak susah, karena harus menelusuri dahulu siapa yang pertama kali mengajukan pertanyaan ini. Sehingga akan diketahui maksud dan tujuan dari dimunculkannya pertanyaan tersebut. Namun dengan mencoba menggali mengenai kehidupan, kehidupan ini harus diawali dengan pikiran, impian, hati atau lamunan. Apa yang menjadi pemikiran atau bahan pemikiran akan mempengaruhi juga perjalanan kehidupan. Apa yang dipikirkan seseorang, akan mempengaruhi perbuatan dan ucapan dalam menjalani kehidupannya. Pikiran yang ada dalam hati, dalam pikiran, dalam akal, akan dicurahkan dalam praktek kehidupan. Pikiran ini jika ditelaah akan menjurus pada keyakinan. Keyakinan yang dipegang, yang menjadi sumber pikiran dalam mengarungi kehidupan. Jadi apa yang dipikirkan seseorang akan mempengaruhi perilaku orang tersebut dalam kehidupannya.

Di dunia maya, dengan mengetahui jawaban yang ditulis oleh seseorang untuk menjawab pertanyaan ini, minimal bisa membaca bagaimana perilaku atau sifat dari orang tersebut. Apalagi jika dengan menelusuri urutan jawaban seseorang tersebut, akan diketahui runtutan atau urutan pikirannya. Tapi, jawaban seseorang ini tidak mesti mencerminkan pikiran sebenarnya. Karena melihat kondisi dunia maya yang tidak diketahui akan dibawa ke mana arahnya, tidak semua orang yang menjadi warga dunia maya (facebook) yang mau dan bisa mencurahkan pikiran yang sebenarnya.

Jadi, dengan mengisi jawaban atas pertanyaan apa yang sedang dipikirkan, menjadi salah satu sarana bagi warga dunia maya (facebook) untuk menyatakan eksistensi diri di dunia maya (facebook).

Sarana lain yang bisa digunakan untuk menunjukkan eksistensi di dunia maya ini adalah:

  1. Berbagi foto atau dokumentasi. Dengan cara meng-upload foto, akan diketahui oleh orang lain.
  2. Mengisi atau mengomentari jawaban atas pertanyaan “apa yang sedang dipikirkan” orang lain atau teman
  3. Membuat catatan.
  4. Mengomentari catatan orang lain.
  5. Bergabung dalam forum diskusi.
  6. Kegiatan lainnya yang disediakan oleh facebook. Karena setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang warga biasanya akan tercatat di dinding (wall) orang tersebut.

Nah, sekarang bagaimana dengan eksistensi diri di dunia nyata?

Eksistensi, sebagaimana disebutkan di atas, bukanlah keberadaan seseorang di hadapan dirinya, namun di hadapan orang lain. Keberadaan seseorang akan berarti atau bernilai jika keberadaannya tersebut diakui oleh pihak lain. Keberadaannya menjadi bermanfaat bagi pihak lain. Jadi apa yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka menunjukkan keberadaannya dalam kehidupan sosial ini, harus memiliki manfaat bagi orang (pihak) lain. Kebermanfaat seseorang, dalam hal perilaku di kehidupannya harus berangkat dari pikiran tentang kebermanfaat dirinya bagi kehidupan. Karena perilaku seseorang akan berasal atau didasari oleh apa yang dipikirkannya, aya yang menjadi pikirannya. Jadi ini sangat berhubungan dengan apa yang menjadi pertanyaan ketika seseorang yang menjadi warga facebook berkunjung ke facebook.

Apapun yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan ini, dilandasi oleh apa yang dipikirkannya. Lebih jauhnya, dilandasi oleh apa yang diyakininya.

Jika dalam dunia maya (facebook), seseorang yang berkunjung ke situs facebook dihadapkan pada pertanyaan mengenai pemikirannya, maka apakah ketika dalam kehidupan di dunia nyata dihadapkan juga pada pertanyaan serupa? Mungkin saja. Untuk memulai eksistensi dalam kehidupan nyata, untuk memulai aktivitas dalam kehidupan nyata yang berarti menunjukkan eksistensi diri, maka akan lebih baik jika didahului dengan membetulkan atau menyatakan apa yang menjadi pikirannya atau keyakinannya. Sehingga dalam mengarungi kehidupan di dunia nyata ini (beraktivitas) itu memiliki efek eksistensi yang baik, sehingga eksistensi atau keberadaannya dalam kehidupan nyata ini benar-benar diakui, benar-benar memiliki manfaat dalam kehidupan nyata.

[Bersambung]

Eksistensi Diri Manusia: Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata (Bagian 2)


[Melanjutkan tulisan sebelumnya…]

Tujuan dari tulisan ini adalah bagaimana sebenarnya keterkaitan eksistensi (keberadaan) seseorang dalam kehidupan sosial di dunia maya dengan kehidupannya di dunia nyata. Namun, tulisan ini tidak bermaksud untuk me-TUHAN-kan Aa Zuken (sapaan hangat untuk Mark Zuckenberg), atau membuat perbandingan antara Aa Zuken dengan TUHAN.

Untuk memahami keterkaitan antara kehidupan sosial di kehidupan maya dengan kehidupan nyata bisa ditemukan pada hal-hal berikut:

1. Pengakuan Sebagai Anggota Kehidupan Sosial

Setiap pengguna dunia maya (dunia internet) yang menginginkan dirinya diakui sebagai pengguna atau dengan nama lainnya disebut sebagai warga dunia maya khususnya warga facebook, harus diakui keberadaannya sebagai warga facebook tersebut. Jadi seseorang pengguna facebook, sebelum menjadi warga facebook harus terdaftar sebagai warga facebook. Sebenarnya semua orang yang tersambung ke dunia maya atau dunia internet bisa dengan mudah menjadi warga facebook. Syaratnya hanyalah memiliki alamat e-mail. Sangat mudah, hanya dengan satu syarat. Namun jika ditelusuri lebih jauh, tidak semudah itu, karena dalam kenyataannya ada istilah Term Of Use atau Ketentuan Penggunaan. Salahnya, tidak semua orang mau membaca atau mencermati isi yang tertera dalam Ketentuan Penggunaan ini. Karena dalam kenyataannya, Ketentuan Penggunaan ini sangat berpengaruh pada keberadaan seseorang di dunia facebook. Ketentuan Penggunaan ini berisi ketentuan yang harus ditaati oleh warga facebook jika menginginkan dirinya diakui sebagai warga facebook. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang yang mau menelaah atau membaca dengan seksama apa yang terdapat dalam Ketentuan Penggunaan facebook ini. Selain karena panjang, juga pada awalnya hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Jadi ada orang yang menjadi warga facebook tanpa mengetahui ketentuan yang berlaku dalam keanggotaan facebook secara mendetail. Sehingga tidak mengetahui apa saja yang dilarang dalam menggunakan facebook dan apa saja yang diperbolehkan. Termasuk juga sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

Sumber gambar: facebook.com

Di dalam Ketentuan Penggunaan ini juga memuat sanksi yang diberikan bila seorang warga facebook melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam Ketentuan Penggunaan ini. Dan sanksi yang paling tegas adalah seorang warga facebook bisa diblokir dan dikeluarkan dari dunia facebook. Dan jika seseorang sudah dikeluarkan dari dunia facebook, modal awal yang digunakan sebagai syarat masuk menjadi warga facebook (alamat e-mail) tidak bisa digunakan lagi, kecuali membuat alamat e-mail yang baru. Karena memang si empunya facebook tidak pernah mengetahui seseorang yang menjadi warga facebook tersebut apakah penah diblokir/diusir atau belum. Facebook masih bisa dibohongi. Berapa puluh kali seseorang ditendang dari kewargaan facebook, masih bisa mendaftarkan diri menjadi warganya.

Jika dicermati lebih jauh, ini adalah gambaran kehidupan manusia di kehidupan nyata. Manusia yang hidup di dunia (nyata) ini bisa diakui sebagai warga dunia dengan berbekal satu hal yaitu FITRAH. Setiap manusia yang terlahir ke dunia ini dan menjadi warga dunia, memiliki bekal yaitu FITRAH. Fitrah yang menjadi modal awal kehidupan manusia. Manusia hidup karena memiliki KEYAKINAN yang benar pada Sang Penciptanya. Keyakinan yang satu, pengakuan bahwa Tiada Pencipta Selain TUHAN. Namun demikian, FITRAH ini tidak selamanya terjaga ketika manusia sudah hidup menjadi warga dunia. Ia ada pada keadaan yang sebenarnya ketika dia terlahir ke dunia dan sebelum kelahirannya.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, manusia diberikan suatu panduan kehidupan yang memang sudah diperuntukan bagi kehidupannya. Ketentuan ini patut ditaati dan dijalankan agar tetap diakui sebagai warga dunia. Ketentuan yang datangnya dari Sang Pencipta. Pelanggaran terhadap ketentuan yang diberlakukan oleh TUHAN tidak serta merta menyebabkan seorang warga dunia diusir dari dunia ini. Seseorang yang tidak sesuai dengan peraturan ini tidak langsung dikeluarkan dari dunia. Dia masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupannya sebagai warga dunia. Itu karena Kasih Sayang Tuhan.

Sebagaimana panduan Ketentuaan Penggunaan di dunia maya (facebook), ketentuan di dunia nyata ini, tidak semuanya mengetahui. Tapi bukan tidak mengetahui karena tidak ada aturan atau ketentuan, tapi bisa disebabkan karena malas untuk menelaah atau sedikitnya membaca ketentuan ini. Bagi sebagian orang, ada juga yang memahami ketentuan ini, namun hanya pada tataran memahami, tidak dengan prakteknya. Jadi dalam kehidupannya tidak mencerminkan apa yang dia pahami tentang ketentuan ini. Walau sesuatu hal itu dilarang dalam ketentuan yang ada, bisa saja hal tersebut dilanggar. Pelanggaran ini tidak berpengaruh banyak pada keberadaannya sebagai warga dunia.

[Bersambung]

Eksistensi Diri Manusia: Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata (Bagian 1)


Prolog

Kemajuan teknologi sudah tidak terbendung lagi. Dan kehidupan manusia sudah tidak bisa terlepas dari yang namanya teknologi. Salah satu teknologi yang perkembangannya sangat pesat adalah teknologi informasi. Dan untuk saat ini teknologi informasi ini telah berubah menjadi teknologi informasi dan komunikasi. Jika pada awal perkembangannya, teknologi ini hanya berjalan satu arah (informasi), maka saat ini berkembang menjadi dua arah atau komunikasi. Jadi arus data atau informasi tidak lagi satu arah, namun sudah dua arah sehingga teknologi ini menjadi semakin interaktif. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang dalam bentuk dunia internet atau web. Dunia internet ini juga dikenal dengan nama dunia maya atau dunia virtual.

Sumber gambar: http://www.davidcosgrove.com/images/social-networking-web-design.jpg

Dengan menggunakan dunia maya ini, arus informasi atau komunikasi semakin tidak terbendung lagi. Jika sebelum berkembangnya dunia maya ini, komunikasi dan informasi sangat dibatasi oleh waktu dan tempat, maka untuk saat ini informasi/komunikasi tidak dibatasi lagi oleh halangan ruang dan waktu. Informasi dari suatu tempat bisa secara real time atau secara langsung didistribusikan ke seluruh dunia saat itu juga. Begitu juga dengan komunikasi, dengan menggunakan dunia maya bisa dilakukan saat itu juga dengan tidak memandang tempat yang berjauhan.

Perkembangan dunia maya ini memunculkan dunia tersendiri dalam kehidupan manusia. Dengan menggunakan dunia internet ini, orang-orang yang tersambung secara langsung ke dunia internet bisa secara langsung berkomunikasi atau berkirim informasi. Komunikasi yang semakin intens antar-pengguna internet memunculkan suatu komunitas di dunia internet atau dunia maya. Sehingga bermunculanlah komunitas pengguna internet, baik karena persamaan atau perbedaan yang dimiliki oleh pengguna internet. Dan komunitas pengguna internet ini sangat banyak jumlahnya, mulai dari cakupan lokal sampai dengan global. Dari mulai forum diskusi, forum curhat, miling list, sampai dengan media pertemanan di dunia internet. Dan saat ini, yang sedang booming adalah media jejaring sosial di dunia maya.

Media jejaring sosial di dunia maya sudah menjadi sebuah dunia yang sangat digandrungi umumnya bagi kaum muda di seluruh dunia, tak terkecuali bagi kaum muda Indonesia. Jejaring sosial di dunia maya ini sudah menjadi suatu kehidupan baru yang mungkin saja bagi sebagian orang menjadi media untuk berbagai kepentingan, dan berbagai peran. Bagi sebagai orang mungkin saja jejaring sosial di dunia maya ini menjadi pelengkap dalam kehidupan sosial di kehidupan nyata. Atau mungkin saja bagi sebagian orang lagi, menjadi dunia baru yang sama sekali berbeda dengan kehidupan di dunia nyata. Sehingga tidak dipungkiri lagi, kehidupan manusia di dunia maya ada yang paralel dengan kehidupan di dunia nyatanya, sementara di lain pihak ada juga yang berseberangan dengan kehidupan rilnya di dunia nyata. Keduanya tergantung dari keinginan dan cara pandang pengguna media jejaring sosial dalam kehidupannya.

Penggunaan dari media jejaring sosial di dunia maya ini juga, ada berbagai macam kepentingan. Ada yang sekedar refreshing atau penyegaran mencari sesuatu yang baru. Ada juga yang menggunakannya sebagai media untuk mencari teman sebanyak-banyaknya yang tidak terbatas hanya pada pertemanan di dunia nyata. Ada juga yang menggunakannya untuk mencari teman yang sudah lama tidak bertemu, yang pada akhirnya bisa digunakan sebagai media untuk mengenang masa lalu ketika masih berkumpul bersama-sama sebelum berpisah. Ada juga yang digunakan untuk mencari pasangan hidup di dunia nyata. Ada juga yang menggunakannya untuk membangun komunitas dengan pengguna lain yang memiliki kesamaan pandangan, kesamaan hobi atau kesamaan suku bangsa, atau juga kesamaan-kesamaan lainnya. Ada juga yang menggunakannya untuk berbisnis menghasilkan uang dari media internet. Ada juga yang menggunakannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan mencari dukungan baik dalam kehidupan di dunia mayanya ataupun dalam kehidupan di dunia nyatanya. Ada juga yang menggunakanya untuk kepentingan pribadi yang bisa saja merugikan pihak lain seperti penipuan. Semuanya ada sebagaimana keberadaannya di kehidupan nyata. Jika di kehidupan sosial di dunia nyata, ada pihak yang baik dan jahat, begitu juga di kehidupan sosial dunia maya. Tergantung dari pengguna dan peserta yang mengikuti dunia maya tersebut.

Media jejaring sosial yang sedang digandrungi adalah situs facebook, twitter, dan situs jejaring sosial lainnya. Dan yang akan dikemukakan di sini adalah situs jejaring sosial facebook. Pilihan ini tidak lain karena memang pengguna situs facebook semakin besar dan tidak memandang strata sosial, umur pengguna dan tempat di mana pengguna tersebut tinggal. Kemudahan akses pada situs ini juga menjadi pertimbangan, karena tidak mengharuskan pengaksesannya dari komputer saja, namun bisa dengan mudah diakses menggunakan perangkat bergerak seperti HP. Sehingga dengan bermodalkan HP, seseorang bisa mengakses dan ikut serta dalam kehidupan sosial khususnya di situs facebook. Dengan demikian, akan semakin memudahkan seseorang yang menginginkan dirinya tetap tersambung dengan dunia facebook tersebut.

Dari kebiasaan mengakses facebook ini, menimbulkan trend tersendiri tentang keterkaitan seseorang dengan dunia facebook. Dengan seringnya seseorang mengakses facebook, menimbulkan budaya baru yang disebut dengan eksisnya seseorang dalam dunia facebook. Inilah yang dimaksud dengan eksistensi diri khususnya eksistensi diri di dunia facebook. Dan eksistensi seseorang juga menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi sebagian besar pengguna facebook. Eksistensi ini menunjukkan keberadaan seseorang di dunia facebook.

[Bersambung]

Kekurangan dan Kelebihan


Ada orang yang memiliki kelebihan. Di sisi lain, ada juga orang yang memiliki kekurangan. Dua itu sudah menjadi lumrah adanya dalam diri manusia.

Namun, ada berbagai persepsi dan berbagai sikap dalam menyikapi dan menghadapi kelebihan dan kekurangan diri. Kelebihan diri bisa menyebabkan seseorang menyombongkan diri, menganggap diri paling unggu atau paling lebih karena memiliki kelebihan. Kekurangan diri menyebabkan seseorang depresi, merasa terhina, merasa rendah diri karena memiliki kekurangan yang (mungkin) tidak dimiliki oleh orang lain.

Mungkin bagi sebagian kecil orang memiliki kelebihan adalah anugrah yang harus dipamerkan. Apalagi jika melihat kelebihannya itu tidak dimiliki oleh orang lain, setidaknya di lingkungan bergaulnya. Dia memiliki pandangan bahwa “akulah yang paling …“.

Bagi sebagian kecil lagi, memiliki kekurangan adalah cela yang harus ditutup-tutupi atau disingkirkan. Apalagi jika kekurangan yang dimilikinya tidak dimiliki oleh orang lain. Yang pada akhirnya akan merasa rendah diri, tidak memiliki kepercayaan diri dalam bergaul dan dalam menjalani kehidupannya. Bahkan bisa saja menimbulkan depresi atau tekanan jiwa karena terus-menerus memikirkan kekurangan yang ada pada dirinya.

Lalu, bagaimanakah kita harus menyikapinya…?

Kekurangan dan kelebihan adalah bumbu kehidupan. Manusia adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya. Salah satu ciri kesempurnaannya adalah memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebagai manusia yang sempurna, pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Setiap manusia dianugrahi atau diberikan kekurangan dan kelebihan. Tidak ada orang yang hanya memiliki kekurangan saja tanpa kelebihan. Begitu juga sebaliknya, tidak ada manusia yang hanya diberi kelebihan tanpa kekurangan.

Yang merasa memiliki kelebihan, jangan lupa bahwa dirinya juga memiliki kekurangan. Jadi jangan merasa dirinya paling ….

Yang memiliki kekurangan, jangan berat menjalani kehidupan. Karena di sisi lain dirinya memiliki kelebihan. Mengapa tidak melupakan kekurangan dan mencari kelebihan diri untuk memotivasi menjalani kehidupan yang diliputi perasaan memiliki kekurangan.

Dan, yang paling penting lagi adalah keduanya (kekurangan dan kelebihan) adalah anugrah dari Sang Pencipta. Syukuri apapun yang kita punya. Kekurangan atau kelebihan, jika disyukuri akan membawa kenikmatan dalam menjalani kehidupan.

Waktuku, Waktumu, Waktu Kita Semua


Teringat akan perkataan guru mentoringku ketika masih di perkuliahan. Kata beliau, waktu yang digunakan oleh manusia itu hanya digunakan dalam dua perkara. Perkara tersebut adalah kebaikan dan kejelekan (kesalahan/kesesatan). Tidak pernah lebih dari itu.

(sumber: http://writersgateway.files.wordpress.com/2007/05/clock.gif)

Jadi, siapapun manusianya, entah Aku, Anda, Dia dan kita semua, menggunakan waktu hidup ini hanya dalam dua keadaan. Jika Aku tidak menggunakan waktuku untuk kebaikan pasti waktu tersebut digunakan dalam kesesatan atau kesalahan. Tidak pernah ada waktu yang digunakan untuk hal-hal yang pertengahan antara antara dua hal tersebut (antara baik dan salah). Jika tidak digunakan dalam kebaikan pasti dalam kesalahan.

Misalkan menggunakan waktu untuk melakukan kesia-siaan, pasti jika kesia-siaan itu tidak benar atau baik maka yang dilakukan tersebut adalah kesesatan atau kesalahan.

Melihat pada ayat di atas, waktu itu sangat penting dalam kehidupan manusia. Sampai-sampai Allah bersumpah dengan menggunakan perkataan Demi masa. Dan memang waktu bagi manusia itu sangat berarti, karena waktu tidak pernah bisa diulangi atau diputar kembali. Bahkan untuk sekedar berhenti sejenak pun tidak bisa, sebagaimana perputaran siang dan malam, pergerakan matahari yang terus-menerus tiada berhenti sejenakpun.

So, waktuku, waktumu dan waktu kita semua, digunakan untuk apa ya…? Apakah digunakan untuk kebaikan atau kejelekan/kesesatan. Saatnya kita introsfeksi diri….

Bilangan Biner dan Hukum Berpasang-pasangan


Bilangan biner atau disebut juga dengan bilangan basis dua hanya memiliki dua buah bilangan yaitu 0 dan 1. Sebagaimana bilangan lainnya (bilangan dengan basis lainnya: basis 8 (oktaf), basis (desimal) dan basis 16 (haksadesimal), pada bilangan biner bisa dilakukan operasi perhitungan seperti tambah, kurang, kali dan bagi. Bedanya adalah susunan bilangannya karena hanya memiliki dua buah bilangan, dalam bilangan biner tidak dikenal angka 2, 3, dan seterusnya. Yang ada dalam bilangan biner adalah 0, 1, 10, 11, 100, dst. Jadi walaupun hanya memiliki dua buah bilangan, tidak membatasinya untuk memiliki  sejumlah bilangan atau hitungan yang besar.

Keistimewaan bilangan biner adalah selain bisa dilakukan operasi aritmatika (tambah, kurang, kali dan bagi), juga bisa dilakukan operasi logika. Operasi logika adalah operasi yang menggunakan logika berpasangan atau berlawanan. Jawaban dari operasi logika adalah diambil dari bilangan biner itu sendiri, yaitu 0 atau 1. Tidak ada jawaban lain selain 0 dan 1 dalam operasi logika ini. Operasi-operasi logika yang biasa digunakan adalah OR, AND, NAND, NOR, dan XOR.

Dalam hal tertentu, bilangan biner ini bisa diwakili oleh kenyataan atau keadaan ADA dan TIDAK ADA; bisa juga diwakili  dengan YA atau TIDAK.

0 TIDAK ADA TIDAK
1 ADA YA

Jika kita melihat lagi bahwa seluruh penciptaan makhluk itu berpasang-pasangan. maka hal ini sangat menarik untuk dicermati. Seberapa besar konsep keberpasangan ini telah mengubah tata kehidupan manusia saat ini. Ternyata ada sesuatu nilai manfaat dari diciptakannya keberpasangan ini.

“Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah).” (Q.S. Adz-Dzariyat (51): 49)

Salah satu manfaat yang cukup besar yang mengubah kehidupan manusia yang pada dasarnya menggunakan konsep keberpasangan ini adalah teknologi informasi dan komunikasi.