Mengenal Sejarah Mikroprosesor


Mikroprosesor merupakan komponen utama dalam setiap mesin komputasi saat ini. Mikroprosesor banyak digunakan terutama dalam komputer, mulai dari komputer pribadi (PC) sampai mainframe.

Mikroprosesor pertama lahir tahun 1970-an. Peristiwa ini telah menimbulkan suatu revolusi yang masih terus berlangsung dalam cara merancang dan membuat sistem-sistem digital yang kompleks. Ukurannya yang kecil, harganya yang murah, dan kemampuannya untuk dapat diprogram, membuat mikroprosesor sangat cocok untuk sejumlah besar aplikasi dalam banyak bidang, mulai dari permainan elektronik (electronics games) sampai pengontrolan robot untuk industri dan pengontrolan pesawat ruang angkasa.

Akhir tahun 1960-an banyak perusahaan penghasil semikonduktor berupaya untuk memanfaatkan teknologi LSI/VLSI (Large Scale Integration/Very Large Scale Integration) yang masih relatif baru guna merancang sistem-sistem digital yang kompleks, misalnya untuk pembuatan kalkulator yang dapat diprogram dan untuk pembuatan komputer-komputer kecil. Salah satu perusahaan yang berusaha keras tersebut adalah Intel Corporation. Pada tahun 1969 perusahaan ini mengembangkan suatu set IC jenis LSI untuk digunakan dalam kalkulator seri baru sesuai pesanan perusahaan Jepang, Busicom. Chip Intel ini diorganisasikan sebagai suatu komputer serba-guna (general-purpose computer) dan diprogram selama proses pembuatannya agar berfungsi sebagai sebuah kalkulator.

Pada tahun 1971 Intel mulai memasarkan IC-IC tersebut sebagai seri MCS-4 (microcomputer set four). Seri MCS-4 ini asalnya terdiri atas empat IC PMOS (P-channel metal-oxide semiconductor), yaitu sebuah chip ROM (Read Only Memory) 4001, sebuah chip RAM (Random Access Memory) 4002 sebagai memori baca-tulis, sebuah chip antarmuka I/O (input/output) 4003, dan sebuah chip CPU (Central Processing Unit) 4004. Chip 4004 inilah yang sekarang dianggap sebagai mikroprosesor pertama yang diproduksi secara komersial.

IC 4004 memiliki 2.300 transistor PMOS dan dapat memproses 4-bit sekaligus. IC 4004 memiliki 16 register sementara serba-guna, sebuah ALU (Aritmatic and Logic Unit) yang terutama terdiri atas sebuah penjumlah (adder) 4-bit, dan rangkaian logika lainnya yang diperlukan untuk memproses 45 tipe instruksi yang dimiliki mikroprosesor ini.

Intel 4004 dapat melakukan operasi-operasi aritmatik dan logika sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perbandingan dan operasi-operasi logika AND dan OR. CPU ini juga dapat melakukan berbagai fungsi kontrol seperti mengambil instruksi dari memori (fetch), menerjemahkannya (decode) dan kemudian melaksanakan instruksi tersebut (execute).

Mikroprosesor pertama ini merupakan suatu sukses dan digunakan untuk berbagai aplikasi dalam industri. Karena kegunaannya, mikroprosesor ini menarik banyak perhatian dari kalangan teknisi maupun dari kalangan industri semikonduktor. IC 4004 semula dimaksudkan untuk digunakan dalam sebuah kalkulator. Tetapi beberapa perancang rangkaian logika menyadari bahwa chip ini dapat menggantikan satu PCB (Printed Circuit Board) penuh dengan rangkaian-rangkaian logika kombinasi dan sekuensial. Selain itu, kemampuannya untuk mengubah fungsi suatu sistem hanya dengan mengubah programnya tanpa perlu mengubah desain perangkat kerasnya, sangat menarik. Faktor-faktor inilah antara lain yang mendorong perkembangan mikroprosesor.

Intel 4004 dengan cepat diikuti oleh seri-seri mikroprosesor lainnya dari berbagai perusahaan penghasil semikonduktor. Intel sendiri tidak lama kemudian mengeluarkan suatu versi IC 4004 yang diperbaiki, yaitu Intel 4040 yang juga sama-sama 4-bit.

Kemudian pada tahun 1972, Intel mengeluarkan mikroprosesor baru yang merupakan peningkatan dari IC 4040, yaitu IC 8008. Perubahan yang paling nyata dari IC Intel 8008 ini adalah lebar data yang digunakan menjadi selebar 8-bit. IC 8008 ini memerlukan sekitar 20 IC tambahan untuk bisa membentuk CPU yang berfungsi dengan baik. Dan pada tahun 1973, Intel mengeluarkan lagi IC terbarunya yaitu 8080 yang merupakan peningkatan dari IC 8008. Lebar data yang digunakan masih sama 8-bit. Namun peningkatan yang sangat berarti adalah IC 8080 ini hanya memerlukan dua IC tambahan untuk bisa membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik yaitu IC 8224 (pembangkit clock) dan IC 8228 (pengontrol sistem dan driver bus), serta peningkatan jumlah instruksi. Selain itu juga teknologi pembuatan IC-nya diperbarui dengan menggunakan teknologi NMOS (N-channel Metal-Oxide Silicon)
Perusahaan semikonduktornya lainnya tak mau ketinggalan mengeluarkan mikroprosesor produknya, baik yang serumpun dengan keluarga mikroprosesor yang dikeluarkan oleh Intel maupun yang berbeda. Pada tahun 1975, MOS Technology mengeluarkan mikroprosesor dengan seri 6500 yang berbeda dengan mikroprosesor keluaran Intel.

Pada tahun berikutnya, perusahaan pembuat semikonduktor Zilog Inc. mengeluarkan mikroprosesor yang serumpun dengan Intel 8080. Perusahaan ini mengeluarkan mikroprosesor 8-bit yang dimaksudkan untuk menggantikan Intel 8080. mikroprosesor ini dinamakan dengan Zilog Z80. Mikroprosesor ini merupakan pukulan telak bagi Intel. Bagaimana tidak, mikroprosesor ini tidak seperti Intel 8080, dimana tidak memerlukan IC tambahan untuk membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik. Selain itu juga instruksi yang digunakannya hampir sama dengan Intel 8080.

Di tahun-tahun selanjutnya bermunculan mikroprosesor-mikroprosesor dari berbagai pabrikan. Motorola mengeluarkan mikroprosesor seri 6800, AMD dengan mikroprosesor seri Am2900, Texas Instruments dengan mikroprosesor TMS1000, Fairchild dengan F8, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah daftar mikroprosesor yang dikeluarkan berbagai pabrikan antara tahun 1971 sampai 1979 yang dikeluarkan oleh situs http://www.antiquetech.com.

 

Perkembangan Selanjutnya

Sejalan dengan perkembangan teknologi, mikroprosesor mengalami evolusi. Baik dalam teknologi pembuatannya, maupun dalam teknologi yang ditanam dalam mikroprosesor itu sendiri. Ketika awal perkembangannya, mikroprosesor hanya memiliki lebar data 4-bit, maka untuk saat ini ada yang sudah mencapai 128-bit.

Perkembangan mikroprosesor dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap berdasarkan teknologi pembuatannya:

  • LSI (Large Scale Integration)
  • VLSI (Very Large Scale Integration)
  • ULSI (Ultra Large Scale Integration)

Berdasarkan teknologi kapasitas mikroprosesor dalam melakukan komputasi, mikroprosesor terbagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • Mikroprosesor 4-bit
  • Mikroprosesor 8-bit
  • Mikroprosesor 16-bit
  • Mikroprosesor 32-bit
  • Mikroprosesor 64-bit

Berdasarkan jumlah instruksinya, mikroprosesor tergolong ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • CISC (Complex Instruction Set Computer)
  • RISC (Reduced Instruction Set Computer)
  • ZISC (Zero Instruction Set Computer)

Referensi

Wikipedia, the free encyclopedia, http://www.wikipedia.org

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s