Dulur, Lain Dulur Sadulur-dulurna


Sanajan lain dulur pet ku hinis
Sanajan indung bapa beda jinis
Masing-masing hirup jiga kapinis
Tapi aya nu sarua di tempat nu tiis

Wiwitan reujeung kokocoran eta beda
Dedeg pangadeg, rupa, eta teu sarua
Da lain buah jambe anu dibeulah dua
Ngan ibarat tangkal awi anu dihua

Sanajan beda eta teu jadi pantangan
Sanajan beda rimbagan lain halangan
Sanajan beda udagan jeung aweuhan
Hiji anu jadi pikiran, naon udagan

Asal jauh jadi deukeut, beuki deukeut
Geus deukeut beuki meumeut, dipigeugeut
Tanghian, awasan, sikepna beuki imeut
Sagalana jadi apal, pada-pada seukeut

Nyorang mangsa, teu asa teu jiga
Asa lain sasaha, geus nganggap baraya
Kanyaah tamplok sagala jadi loma
Moal aya anu misahkeun, nepi ka lana

(Dicutat tina: http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=411770731893#!/note.php?note_id=411770731893)

Eksistensi Diri Manusia: Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata (Bagian 2)


[Melanjutkan tulisan sebelumnya…]

Tujuan dari tulisan ini adalah bagaimana sebenarnya keterkaitan eksistensi (keberadaan) seseorang dalam kehidupan sosial di dunia maya dengan kehidupannya di dunia nyata. Namun, tulisan ini tidak bermaksud untuk me-TUHAN-kan Aa Zuken (sapaan hangat untuk Mark Zuckenberg), atau membuat perbandingan antara Aa Zuken dengan TUHAN.

Untuk memahami keterkaitan antara kehidupan sosial di kehidupan maya dengan kehidupan nyata bisa ditemukan pada hal-hal berikut:

1. Pengakuan Sebagai Anggota Kehidupan Sosial

Setiap pengguna dunia maya (dunia internet) yang menginginkan dirinya diakui sebagai pengguna atau dengan nama lainnya disebut sebagai warga dunia maya khususnya warga facebook, harus diakui keberadaannya sebagai warga facebook tersebut. Jadi seseorang pengguna facebook, sebelum menjadi warga facebook harus terdaftar sebagai warga facebook. Sebenarnya semua orang yang tersambung ke dunia maya atau dunia internet bisa dengan mudah menjadi warga facebook. Syaratnya hanyalah memiliki alamat e-mail. Sangat mudah, hanya dengan satu syarat. Namun jika ditelusuri lebih jauh, tidak semudah itu, karena dalam kenyataannya ada istilah Term Of Use atau Ketentuan Penggunaan. Salahnya, tidak semua orang mau membaca atau mencermati isi yang tertera dalam Ketentuan Penggunaan ini. Karena dalam kenyataannya, Ketentuan Penggunaan ini sangat berpengaruh pada keberadaan seseorang di dunia facebook. Ketentuan Penggunaan ini berisi ketentuan yang harus ditaati oleh warga facebook jika menginginkan dirinya diakui sebagai warga facebook. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang yang mau menelaah atau membaca dengan seksama apa yang terdapat dalam Ketentuan Penggunaan facebook ini. Selain karena panjang, juga pada awalnya hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Jadi ada orang yang menjadi warga facebook tanpa mengetahui ketentuan yang berlaku dalam keanggotaan facebook secara mendetail. Sehingga tidak mengetahui apa saja yang dilarang dalam menggunakan facebook dan apa saja yang diperbolehkan. Termasuk juga sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

Sumber gambar: facebook.com

Di dalam Ketentuan Penggunaan ini juga memuat sanksi yang diberikan bila seorang warga facebook melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam Ketentuan Penggunaan ini. Dan sanksi yang paling tegas adalah seorang warga facebook bisa diblokir dan dikeluarkan dari dunia facebook. Dan jika seseorang sudah dikeluarkan dari dunia facebook, modal awal yang digunakan sebagai syarat masuk menjadi warga facebook (alamat e-mail) tidak bisa digunakan lagi, kecuali membuat alamat e-mail yang baru. Karena memang si empunya facebook tidak pernah mengetahui seseorang yang menjadi warga facebook tersebut apakah penah diblokir/diusir atau belum. Facebook masih bisa dibohongi. Berapa puluh kali seseorang ditendang dari kewargaan facebook, masih bisa mendaftarkan diri menjadi warganya.

Jika dicermati lebih jauh, ini adalah gambaran kehidupan manusia di kehidupan nyata. Manusia yang hidup di dunia (nyata) ini bisa diakui sebagai warga dunia dengan berbekal satu hal yaitu FITRAH. Setiap manusia yang terlahir ke dunia ini dan menjadi warga dunia, memiliki bekal yaitu FITRAH. Fitrah yang menjadi modal awal kehidupan manusia. Manusia hidup karena memiliki KEYAKINAN yang benar pada Sang Penciptanya. Keyakinan yang satu, pengakuan bahwa Tiada Pencipta Selain TUHAN. Namun demikian, FITRAH ini tidak selamanya terjaga ketika manusia sudah hidup menjadi warga dunia. Ia ada pada keadaan yang sebenarnya ketika dia terlahir ke dunia dan sebelum kelahirannya.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, manusia diberikan suatu panduan kehidupan yang memang sudah diperuntukan bagi kehidupannya. Ketentuan ini patut ditaati dan dijalankan agar tetap diakui sebagai warga dunia. Ketentuan yang datangnya dari Sang Pencipta. Pelanggaran terhadap ketentuan yang diberlakukan oleh TUHAN tidak serta merta menyebabkan seorang warga dunia diusir dari dunia ini. Seseorang yang tidak sesuai dengan peraturan ini tidak langsung dikeluarkan dari dunia. Dia masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupannya sebagai warga dunia. Itu karena Kasih Sayang Tuhan.

Sebagaimana panduan Ketentuaan Penggunaan di dunia maya (facebook), ketentuan di dunia nyata ini, tidak semuanya mengetahui. Tapi bukan tidak mengetahui karena tidak ada aturan atau ketentuan, tapi bisa disebabkan karena malas untuk menelaah atau sedikitnya membaca ketentuan ini. Bagi sebagian orang, ada juga yang memahami ketentuan ini, namun hanya pada tataran memahami, tidak dengan prakteknya. Jadi dalam kehidupannya tidak mencerminkan apa yang dia pahami tentang ketentuan ini. Walau sesuatu hal itu dilarang dalam ketentuan yang ada, bisa saja hal tersebut dilanggar. Pelanggaran ini tidak berpengaruh banyak pada keberadaannya sebagai warga dunia.

[Bersambung]